10 Gambar Museum Ronggowarsito di Semarang, Tiket Masuk + Laporan Koleksi Sejarah

Posted on
Museum ronggowarsito semarang laporan sejarah koleksi wikipedia jawa tengah gambar job fair artikel isi tiket masuk kota terletak kecamatan dilihat dari segi islam berada indonesia gedung a lantai 1 arah buka jam berapa berdirinya cerita denah deskripsi foto fasilitas htm jadwal keunikan lokasi letak makalah manfaat misteri profil pengelolaan peta pendiri pengertian pameran pengelola peranan telepon tentang wisata website web
Museum Ronggowarsito, Foto: senyum.info

Lokasi: Jl. Abdul Rahman Saleh No.1, Kalibanteng, Semarang Barat, Jawa Tengah 50149
Map:
Klik Disini
Buka/Tutup: 08.00-15.30
HTM:
Rp.4000/Orang
Telepon:
(024) 7602389

Kota Semarang memang menyimpan sejuta tempat wisata dan banyak sekali pariwisata yang sangat menarik di ibukota propinsi Jawa Tengah itu. Daerah yang mendapat julukan sebagai kota Atlas itu juga memiliki salah satu peranan dalam bidang sejarah dan membangun museum yang berisi benda-benda purbakala tentang sejarah masa lalu, yaitu temuan fosil-fosil makhluk hidup yang pernah menghuni bumi Nusantara ini selama jutaan tahun lalu juga bisa dilihat.

Wisata Sejarah di Semarang, Foto: 1001wisata.com

Dalam museum tersebut, para pengunjung bisa melihat laporan sejarah tentang masa lalu dari zaman phitechantropus Erectus sampai Homo Erectus. Selain itu, juga ada skema tentang hewan gajah yang berevolusi dari Paleomastodon yang berevolusi menjadi Stegodon lalu menjadi Mamooth dan akhirnya menjadi gajah Asia dan Afrika.

Di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, banyak sekali wilayah yang menjadi situs-situs purbakala seperti situs Sangiran, Ngandong, Wajakensis, Blora, Kudus dan tempat lainnya. Hal ini menjadi bukti bahwa daerah-daerah kecamatan di Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi wilayah yang baik untuk dijadikan tempat tinggal dan bercocok tanam bagi manusia dan hewan purbakala di masa silam.

Nikmatnya Wisata Sambil Belajar di Museum Ronggowarsito Semarang, Foto: muh-amin.com

Semua cerita misteri sejarah tentang purbakala masa lalu di tanah Jawa serta perkembanganya bisa dilihat para pengunjung di Museum Ronggowarsito yang ada di Jl. Abd Rahman Saleh No.1 Kalibanteng Kulon, Semarang, Jawa Tengah Indonesia. Lokasi museum tersebut berada di kota Semarang sebelah barat dan dekat dengan Bandara Ahmad Yani. Dari Tugu Muda, menuju ke arah barat sekitar 1 km dan ada petunjuk arah di sebelah selatan jalan yang akan menuntun hingga sampai di museum Ronggowarsito.

Museum Ronggowarsito dibangun sekitar tahun 1975 sebagai gedung penyimpanan atau pengelolaan benda-benda berharga seperti fosil yang ditemukan di daerah Jawa. Pendiri museum ini adalah pemerintah daerah kota Semarang dan selanjutnya gedung museum mulai dibuka dan berdirinya diresmikan pada tanggal 5 Juli 1989 oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Prof. DR Fuad Hasan.

Halaman Depan, Foto: wikimedia.org

Namun sayang, museum bersejarah ini tidak memiliki website sendiri dan para pengunjung tidak bisa melihat profil tentang museum Ronggowarsito. Sebenarnya web memiliki manfaat yang besar sebagai arsip untuk menyimpan artikel dan juga foto seperti situs Wikipedia. Selain itu, web juga bisa berfungsi untuk memberikan informasi tentang deskripsi museum, fasilitas yang ada serta keunikan koleksi dan juga jam berapa museum mulai dibuka.

Di museum ini kadang-kadang juga diadakan job fair ataupun pameran dengan htm yang berbeda dengan hari-hari biasa atau harga khusus. Biasanya jadwal untuk pameran dan job fair bisa dilihat melalui website pemerintah kota Semarang ataupun iklan yang ada di kantor-kantor kementrian daerah Semarang.

Fosil Hewan Langka, Foto: goodpiknik.com

Harga Tiket Masuk Museum Ronggowarsito

Untuk harga tiket masuk ke museum Ronggowarsito memang tergolong murah, karena bagi pengunjung dewasa cukup membayar tiket dengan harga Rp.4000. Sedangkan untuk pengunjung anak-anak, cukup membayar tiket sebesar Rp.2000 saja. Bagi para wisatawan asing memang dikenakan biaya tiket yang lebih besar lagi yaitu sekitar Rp.10ribu per orang.

Museum Ronggowarsito buka setiap hari mulai pukul 08.00 dan ditutup pada pukul 15.30 WIB. Gedung museum memiliki luas sekitar 2 hektar yang terdiri dari 4 gedung, yaitu gedung A, B, C dan D dan masing-masing gedung memiliki 2 lantai untuk menyimpan berbagai koleksi benda purbakala dengan pengelolaan yang sistematis sesuai perjalanan sejarah bumi Indonesia.

Bergaya Joglo, Foto: tripadvisor.com

Koleksi Sejarah Museum Ronggowarsito

Di depan gedung Museum Ronggowarsito yaitu pada pintu masuk terdapat tulisan Museum Jawa Tengah Rangga Warsita beserta  4 meriam besar bekas kerajaan Demak. Memasuki halaman depan museum terdapat beberapa patung kuda yang menarik kereta pangeran Arjuna dari kerajaan Hastina Pura.

Memasuki ruangan gedung museum maka akan segera bertemu dengan bapak petugas pengelola yang melayani penjualan tiket. Di ruangan tersebut terletak batu peresmian gedung museum Ronggowarsito yang tertulis sejak tanggal 5 Juli 1989. Di beberapa tembok terdapat peta wilayah atau denah Jawa Tengah beserta dengan makalah keterangan daerah administratifnya.

Selanjutnya ada sebuah ruangan gedung A lantai 1 yang memiliki gapura kayu berbentuk ukir-ukiran seperti dalam rumah adat Jawa kuno dan di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah beber wayang yang besar berdiri tegak di tengah-tengah ruangan. Di pinggir ruangan tersebut juga terdapat peta wilayah Jawa Tengah beserta gambar bola dunia. Di ruangan ini juga terdapat beberapa batu-batuan yang diletakkan dalam lemari kaca.

Tujuan Wisata Menarik di Semarang, Foto: planologijuliandevi.blogspot.com

Di ujung ruangan tersebut terdapat patung gajah yang sangat besar sebagai salah satu hewan purbakala yang pernah hidup di tanah Nusantara. Di sebelah patung gajah tersebut terdapat fosil kerangka hewan purba gajah yang hidup sejak jutaan tahun lalu. Terdapat pula fosil gading Stegodon yang diperkirakan sudah berusia sekitar 1 juta tahun lalu.

Selain itu, terdapat pula replika tengkorak manusia jenis Pithecantropus yang bentuknya kecil sehingga kemungkinannya jenis manusia purba ini belum memiliki peradaban. Ada juga koleksi tengkorak manusia modern atau Homo Erectus yang diambil dari sebuah kuburan di daerah Jawa Tengah sejak tahun 1980-an. Tentu saja bentuk tengorak manusia modern tersebut berukuran besar dan sudah memiliki volume atau isi otak yang besar dan bisa digunakan untuk berpikir serta menciptakan sebuah peradaban baru.

Ada juga sebuah lukisan manusia purba dengan judul Homo Erectus Seorang Pemburu dan Diburu. Hal ini karena Homo Erectus memang bertahan hidup dengan berburu ikan dan binatang kecii. Selain itu, dia juga kerap menjadi incaran binatang buas yang selalu siap memangsa dan Homo Erectus harus selalu waspada agar bisa bertahan hidup dan tidak menjadi incaran binatang buas. Dalam hal ini, Homo Erectus sudah bisa menggunakan kayu dan batu serta logam sebagai senjata untuk berburu dan membela diri.

Ada juga miniatur atau diorama dimana letak wilayah yang disukai bagi kehidupan manusia purba Homo Erectus dan berburu dengan menggunakan tombak kayu bermata logam. Di ruangan tersebut ada juga beberapa koleksi patung Budha dari batu yang berwarna hitam. Ada patung Budha yang berukuran kecil, menengah dan besar.

Angklung di Museum Ronggowarsito, Foto: tripadvisor.com

Ada juga koleksi benda-benda jaman dahulu seperti lampu kuno gantung, mangkuk emas, cermin, uang logam perak, kentongan dan juga lonceng biara dan lainnya. Masih banyak koleksi patung yang lainnya dan bentuknya juga bermacam-macam. Selain itu, ada juga miniatur kapal layar yang bentuknya sangat kuno dan bisa digunakan nenek moyang kita untuk menjelajahi samudera. Di sekeliling miniatur kapal tersebut terdapat beberapa gambar dan tulisan tentang dunia samudera yang menempel pada dinding.

Sementara itu pada gedung C terdapat ingormasi sejarah tentang pengertian perkembangan Islam di tanah Jawa dan terdapat beberapa papan gambar dan informasi. Tedapat pula miniatur bangunan masjid Demak yang terbuat dari kayu. Selain itu, ada juga beberapa peninggalan alat musik gending dan juga beberapa wayangpeninggalan dari para Wali Songo. Ada pula sebuah meriam yang merupakan peninggalan dari kerajaan Demak Bintoro sebagai kerajaan Islam di tanah Jawa.

Cocok Untuk Dikunjungi Keluarga, Foto: klikhotel.com

Terdapat juga peninggalan tandu yang membawa Jenderal Soedirman ketika melakukan perang gerilya melawan penjajah Belanda. Ada beberapa miniatur pertempuran yang pernah terjadi di pulau Jawa. Ada juga lukisan beberapa pahlawan Indonesia diantaranya Raden Ajeng Kartini dan Nyi Ageng Serang serta Raden Cipto Mangunkusumo.

Ada juga ruang koleksi emas yang biasa dipakai para raja dan permaisuri dalam kerajaan di Nusantara seperti kalung, gelang, hiasan lengan dan kaki serta hiasan kepala dan lainnya. Ada pula mangkuk yang terbuat dari emas dan beberapa koleksi benda lainnya yang terbuat dari logam emas. Ada juga cincin perhiasan yang terbuat dari emas dan banyak sekali macamnya dan ada pula cincin stempel yang biasa digunakan kerajaan di Nusantara sebagai tanda atau cap kerajaan.

Sedangkan di lantai 2 terdapat koleksi-koleksi benda yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat di masa lalu yang masih menggunakan alat-alat tradisional. Ada diorama jaring nelayan yang biasa digunakan untuk menangkap ikan di laut, ada juga diorama tungku yang biasa digunakan masyarakat Jawa untuk memasak nasi dan memasak air.

Akses Ke Lokasi Museum Ronggowarsito, Foto: visitjateng.id

Selain itu, ada juga peralatan yang digunakan untuk membajak sawah berupa kayu yang ditarik sapi atau kerbau. Ada pula peralatan tradisional untuk penggilingan tebu yang berbentuk kayu yang ditarik seekor sapi dengan jalan memutar untuk memeras tebu yang ada di tengah-tengahnya. Ada juga koleksi perahu kecil yang biasa digunakan para nelayan untuk mencari ikan di laut. Koleksi lainnya adalah kereta yang ditarik oleh kuda atau pedati yang biasa digunakan untuk mengangkut barang atau orang yang pergi ke pasar.

Banyak sekali koleksi keris yang bisa kita lihat dan ada beberapa model dan jenis yang berukuran kecil ataupun besar. Ada pula diorama pembuatan keris secara tradisional yang semuanya hampir menggunakan tenaga manusia dalam pemanasan dan pembentukan logam keris hingga menjadi sebuah senjata yang mumpuni.

Koleksi lainnya adalah dari segi Islam yaitu Al Qur’an hasil tulisan tangan yang berasal dari Semarang dan ada pula manaqib atau tulisan sejarah kisah hidup Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani tulisan tangan. Ada pula naskah Tauhid yang ditulis dalam bahasa Arab dan hasil tulisan tangan. Ada pula naskah cetakan Al Qur’an yang berasal dari kota Pekalongan. Ada pula koleksi tulisan tangan yang dibuat dengan cara diukir diatas daun lontar dan menjadi cirri khas masyarakat Nusantara di masa lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *