Tidak Terlalu Jauh dari Jakarta, Pantai Sawarna ini Cantiknya Luar Biasa

Diposting pada
Pantai sawarna beach banten lokasi tiket masuk rute foto harga penginapan murah resort tempat wisata pulau mitos bayah lebak villa hotel paket tanjung layar untuk 2 orang homestay telaga desa alamat peta 2019 ciantir laut dimana anyer letak dari tangerang jakarta bekasi bandung korban pasir putih jalan menuju malibu poto jawa barat keindahan karang taraje dekat gambar sejarah misteri touring homestay perjalanan ke objek map java bukit indah goa pandeglang trip danau garut pemandangan review cara liburan cerita cottage srikandi travel tour biaya jalur akses indonesia naik motor
(Foto: wisatabaru.com)

Lokasi: Kampung Gendol, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten
Map: Klik Disini
HTM: Rp.5.000
Buka/Tutup: 24 Jam

Banten yang merupakan provinsi baru di Indonesia setelah terpisah dari Jawa Barat memiliki beragam destinasi wisata. Dengan wilayah seluas 9.163 km2, hingga pertengahan tahun 2019 tercatat sebanyak lebih dari 43 tempat wisata menghiasai sudut-sudut wilayah Banten.

Objek-objek wisata tersebut meliputi 18 Wisata Pantai, 3 Air Terjun, 3 Cagar Alam, 2 Gunung, 7 Danau atau Telaga dan Waduk, 7 Wisata Air dan 4 Tempat Rekreasi.

Jumlah objek wisata tersebut besar kemungkinan masih akan terus bertambah, mengingat industri pariwisata di Indonesia memiliki prospek yang menarik utamanya di Provinsi Banten.

Diantara sekian banyak objek wisata yang ada di Banten, Pantai Anyer dan Pantai Carita memang masih menjadi primadona wisata di propinsi tersebut. Namun ada salah satu tempat wisata yang cukup fenomenal yaitu Pantai Sawarna.

Dikatakan fenomenal karena nama pantai ini sebenarnya belum begitu lama mengisi daftar tempat tujuan wisata. Namun dalam rentang waktu yang relatif singkat, foto-foto keindahan pantai ini banyak menghiasi media sosial dan tidak sedikit situs-situs Pariwisata yang membuat review khusus tentang Pantai Sawarna.

Wajib Dikunjungi: Pantai Carita, Surga Kecil di Pesisir Barat Provinsi Banten

Cerita dan gambar yang tersebar tentang indahnya pemandangan Pantai Sawarna, membuat warga yang tinggal di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Garut dan daerah lain yang ada di sekitarnya banyak yang mengalihkan lokasi liburan mereka ke pantai ini, karena jaraknya yang memang cukup dekat.

Hal tersebut juga mendorong pihak pengembang mendirikan resort dan penginapan, mulai dari cottage, villa hingga hotel tidak jauh dari lokasi wisata.

Menyusul kemudian sejumlah perusahaan Tour and Travel yang juga membuat Paket Perjalanan Wisata Pantai Sawarna dengan berbagai pilihan trip. Alhasil, industri pariwisata pun menggeliat dan Pantai Sawarna menjadi ikon baru pariwisata di provinsi Banten.

Mengenal Sejarah dan Asal-usul Kawasan Pantai Sawarna

Jangan heran jika saat mencari alamat Pantai Sawarna pada Google map tidak diperoleh penjelasan secara terperinci tentang letak yang pasti dari pantai tersebut.

Bahkan tidak akan Anda jumpai kata “Pantai Sawarna” pada peta online, karena Sawarna sebenarnya merupakan sebuah Desa Wisata yang ada di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Sedang yang disebut Pantai Sawarna adalah kawasan pesisir pantai yang menghampar dari Pantai Pulo Manuk hingga Pantai Karang Taraje. Sehingga yang disebut Pantai Sawarna terdiri dari nama beberapa pantai yang ada di wilayah Desa Sawarna, yaitu Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Legon Pari, Pantai Karang Taraje, Pantai Goa Langir, dan Pantai Pulau Manuk.

Selain pantai-pantai tersebut, masih ada lagi objek wisata lainnya yang juga banyak dikunjungi para wisatawan, yaitu Goa Lalay (Kelelawar) Sawarna.

Mirip Bali dan Lombok: Tanjung Lesung, Pantai Perawan di Pandeglang Banten

Sejarah keberadaan Desa Sawarna tidak terlepas dari sepupu Pelukis Legendaris Dunia Vincent Van Gogh, yang bernama Jean Louis Van Gogh yang membuka perkebunan kelapa di pinggir Pantai Tanjung Layar dan Ciantir seluas 54 hektar.

Perkebunan yang mempekerjakan penduduk pribumi dari berbagai daerah tersebut membuat adanya perbedaan logat dan dialek dalam percakapan sehari-hari yang dalam bahasa Sunda disebut “Sorana” yang artinya “suaranya” sehingga nama wilayah tersebut dikemudian hari disebut Sawarna yang berasal dari kata Sorana.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa nama Sawarna diambil dari nama Swarna, Tetua atau Kepala Desa pertama di wilayah tersebut yang hidup pada tahun 1900-an.

Pendapat lainnya tentang asal-usul nama Sawarna diambil dari Bahasa Sunda “Swarna” yang artinya “Satu Warna” untuk menegaskan bahwa penduduk yang tinggal di lokasi tersebut satu warna yaitu masyarakat Sunda.

Seiring dengan berjalannya waktu, Desa Sawarna yang awalnya merupakan area perkebunan bermetamorfosis menjadi Desa Wisata.

Hal tersebut ditandai dengan banyaknya Homestay yaitu perumahan penduduk yang disewakan bagi para pendatang dengan tujuan untuk berwisata. Selain itu, banyak penduduk yang menggeluti profesi sampingan menjadi pemandu wisata.

Tempat-tempat Wisata di Kawasan Pantai Sawarna

Dengan wilayah seluas 2.500 hektar dan hamparan pantai sepanjang 65 km, Desa Wisata Sawarna yang berada di atas ketinggian 10 meter dpl memiliki bentang alam yang lengkap dengan kondisi yang masih alami dan belum dirusak oleh tangan-tangan jahil manusia.

Karena itu banyak objek wisata yang dapat dikunjungi di wilayah ini. Beberapa objek wisata tersebut diantaranya adalah:

BacaJuga:  Ajak Temen Hangout Ke 6 Tempat Nongkrong Paling Hits di Tangerang Selatan Ini!

1. Pantai Ciantir

Pantai Ciantir (foto: sawarna.net)

Dikalangan para wisatawan, Pantai Ciantir juga kerap disebut Pantai Pasir Putih karena hamparan pesisirnya yang sangat luas dipenuhi dengan pasir berwarna putih yang bersih dan lembut.

Karena memiliki pesisir yang luas itulah membuat kawasan pantai tidak hanya nyaman untuk dipakai beristirahat dengan berjemur di atas pasir, tapi juga mengasyikkan untuk digunakan bermain volley pantai, sun bathing, atau membuat istana pasir.

Menggoda Mata: Nikmati Sunset? Pantai Florida Anyer Tempatnya

Kelebihan lainnya dari pantai ini adalah ombaknya yang besar sehingga banyak digunakan untuk berselancar, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Meski ombaknya cukup besar, karena memiliki air laut yang jernih membuat banyak pengunjung ingin menikmatinya dengan berenang di kawasan perairan yang tidak begitu jauh dari pantai.

Namun begitu harus berhati-hati, karena kuatnya arus di pantai ini cukup berbahaya dan sudah pernah beberapa kali menelan korban.

2. Pantai Tanjung Layar

Pantai Tanjung Layar (foto: penginapansawarna.com)

Inilah ikon dari Pantai Sawarna yakni dua buah batu karang raksasa yang bentuknya seperti layar kapal yang sedang terkembang, sehingga pantai ini dikenal dengan nama Pantai Tanjung Layar.

Selain dua batu karang tersebut, gugusan karang yang menghampar di Pantai dengan ombak besar yang tidak henti-hentinya menghantam menjadi suguhan yang menawan bagi para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Menurut mitos yang berkembang, dua batu karang raksasa tersebut berasal dari layar perahu yang dibuat oleh Sangkuriang yang akan digunakan untuk berlayar mengarungi samudra setelah menikahi Dayang Sumbi yang tidak lain adalah ibunya sendiri.

Namun karena pernikahan tersebut tidak direstui oleh Sang Hyang Widhi, Sangkuriang pun marah dan menendang perahunya hingga terlontar ke Utara dan menjelma menjadi Gunung Tangkuban Perahu, sedang layarnya dia lempar kearah Selatan dan berubah menjadi 2 karang raksasa di Pantai Tanjung Layar.

Liburan Seru Murah: Keistimewaan dan Keindahan Pantai Bagedur Malimping

Selain mitos yang berkembang, banyak pula misteri yang menyelimuti pantai ini yang terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat, seperti kepercayaan bahwa 2 batu karang raksasa tersebut sebenarnya merupakan 2 gunungan emas yang dijaga seekor naga di atasnya.

Di sebelah Barat Karang Tanjung Layar juga dipercaya terdapat batu permata emas yang pada saat batu permata tersebut keluar dari dalam karang dan muncul di permukaan, maka akan memancar cahaya sangat terang.

Misteri itulah yang membuat masyarakat setempat pada setiap malam jumat kliwon di bulan Maulud  selalu menggelar ritual dan pemanggilan Penjaga Pantai Tanjung Layar dan Penjaga  Pantai Selatan.

3. Pantai Karang Teraje

Pantai Karang Teraje (foto: merahputih.com)

Karang Teraje memiliki arti “Karang Tangga”. Nama tersebut memberi gambaran tentang kondisi pantai yang sebagian besar dipenuhi batu-batu karang dengan berbagai ukuran, dan di sisi sebelah kiri pantai terdapat karang yang bentuknya menyerupai teras berukuran luas serta berundak-undak layalnya sebuah tangga.

Berkelana: Menikmati Seafood dan Mengamati Kehidupan Nelayan di Pantai Tanjung Kait Pesisir Utara Pulau Jawa

Karena sebagian besar wilayah pantai tertutup oleh karang, membuat Pantai Karang Teraje tidak dapat digunakan untuk berenang.

Namun pengunjung tidak akan kecewa saat datang ke pantai ini karena pemandangan alam yang disuguhkan benar-benar sangat indah. Terlebih bagi penggemar fotografi, karena banyak spot-spot yang menarik untuk diabadikan dengan menggunakan lensa kamera.

4. Pantai Teluk Lagon Pari

Pantai Teluk Lagon Pari (foto: indonesiakaya.com)

Hening dan damai, tanpa ada sedikitpun suara yang masuk ke gendang telinga kecuali suara debur ombak, suasana itulah yang akan ditemui di Pantai Teluk Lagon Pari karena lokasi tempat wisata ini memang jauh dari akses transportasi dengan jalan yang cukup menantang untuk dilalui.

Melepas Penat: Bersantai dan Menikmati Panorama Pantai Ciputih Pandeglang Banten yang Memukau

Namun, begitu sampai di tempat tujuan, kerja keras untuk bisa tiba di lokasi akan terbayar lunas lewat keindahan yang disuguhkan pantai ini.

Sebuah teluk dengan garis pantai membentang sepanjang 4 km berhias pasir putih yang lembut menjadi suguhan yang bakal memanjakan mata. Bentuk pantainya yang melengkung dengan latar belakang bebukitan dan pepohonan yang hijau juga menawan untuk diabadikan dengan kamera.

5. Pantai Karang Bereum

Pantai Karang Bereum (foto: kidemang.web.id)

Sama halnya dengan Pantai Karang Teraje, pantai ini juga sebagian besar areanya dipenuhi dengan batu karang yang menghampar membentuk semacam benteng.

Bedanya, jika Pantai Karang Teraje praktis tidak dapat digunakan untuk mandi dan berenang, di Pantai Karang Bereun pengunjung masih dapat menikmati segarnya air laut, meski tetap harus berhati-hati ketika menginjak bebatuan karena beberapa diantaranya dipenuhi lumut yang sangat licin pada saat diinjak.

Dinamakan Pantai Karang Bereum, karena kata “Bereum “ dalam bahasa Sunda memiliki arti merah untuk menggambarkan batu karang di pantai ini yang warnanya kemerah-merahan, setidaknya lebih merah dibanding karang-karang yang ada di kawasan Pantai Sawarna lainnya.

6. Pantai Goa Langir

Pantai Goa Langir (foto: sawarna.net)

Selain keindahan pantainya yang berselimut pasir putih, pengunjung yang datang ke sini juga akan disuguhi dengan keindahan goa yang memiliki stalagtit dan stalakmit berbentuk unik.

BacaJuga:  10 Tempat Nongkrong Paling Sekut di Tangerang, Udah Pernah Cobain?

Goa dengan  ketinggian 10 meter dan lebar 3 meter ini memiliki udara yang lembab di bagian dalamnya. Pada saat menelusuri bagian dalam goa, tetesan air sekali waktu akan menimpah kepala.  Goa ini sebenarnya memiliki kedalaman berkilo-kilo meter.

Namun karena bagian dalam goa banyak yang longsor dan menutupi jalan masuk, sangat sulit dan terlalu berisiko untuk menelusuri kedalaman goa secara utuh.

Liburan Yang Menyenangkan: Pulau Umang, Pulau Kecil Nan Eksotik di Barat Pulau Jawa

Berkunjung ke Pantai Goa Langir akan memanjakan para wisatawan yang  suka melakukan adventure menjelajah kawasan goa, karena tidak jauh dari tempat wisata ini dapat ditemui goa-goa lainnya yang menyuguhkan pemandangan tidak kalah menarik, seperti Goa Kanekes, Goa Seribu Candi, dan Goa Harta Karun.

7. Pantai Pulo Manuk

Pantai Pulo Manuk (foto: pratama37.blogspot.co.id)

Dinamakan Pulo Manuk atau Pulau Burung, pertama karena bentuk pulau ini menyerupai paruh burung dan kedua karena pulau ini pada pagi dan sore hari dijadikan sebagai tempat untuk mencari makan oleh burung-burung yang ada di kawasan sekitar.

Selain itu, pada musim migrasi burung, berbagai jenis burung dari seluruh penjuru dunia, transit atau singgah di pulau ini sebelum melanjutkan perjalanan ke negara atau benua lain.

Tidak hanya berbagai jenis burung saja yang meramaikan pulau ini tapi juga sejumlah satwa liar seperti monyet, karena Pulo Burung masuk dalam kawasan Hutan Lindung dibawah pengawasan Perhutani.

Pulau ini selain menyuguhkan panorama pantai yang indah dengan pasir putih dan ombak yang besar, juga menjadi tempat favorit bagi mereka yang memiliki hobby memancing. Itu sebabnya hampir disetiap waktu, dapat ditemui para pemancing yang mencoba mengadu peruntungan di Pulo Manuk.

8. Bukit Cariang

Bukit Cariang (foto: travel.detik.com)

Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pasir putih Sawarna dan pantai Tanjung Karang atau ingin selfie dengan latar belakang hamparan laut dengan pantai yang berpasir putih, dapat melakukannya dengan memanjat bukit Cariang.

Untuk yang menyukai aktifitas tracking tentu akan memberi keasyikan tersendiri karena perjalanan menuju ke puncak bukit harus melewati 200 anak tangga dengan jalan yang ekstrim dan curam. Begitu sampai di puncak, jerih payah tersebut akan tertebus dengan keindahan alam sekitar yang tersaji di atas ketinggian.

9. Goa Lalay

Goa Lalay (foto: sawarna.net)

Untuk dapat masuk ke Goa Lalay atau Goa Kelelawar ini, pengunjung harus melalui tangga dengan struktur yang tidak rata dan memiliki kemiringan sekitar 45 derajat sehingga sangat menantang dan memacu adrenalin.

Begitu sampai di dalam goa, keindahan stalagtit dan stalakmit yang memiliki berbagai bentuk dan ukuran tersaji dengan sangat indah di dinding-dinding goa.

Meski kedalaman Goa Lalay lebih dari 1000 meter, namun pengunjung hanya disarankan untuk masuk hingga 200 – 400 meter karena cukup berisiko jika harus menembus seluruh bagian goa.

Terlebih hampir seluruh bagian dasar goa terendam air hingga setinggi betis. Bagi pengunjung yang tidak membawa peralatan untuk menjelajah goa, di depan pos masuk goa tersedia tempat persewaan peralatan untuk menjaga keselamatan saat memasuki goa.

Rute Menuju Pantai Sawarna

Untuk menuju pantai yang berbatasan langsung dengan Samodra Hindia ini bisa menggunakan kendaraan pribadi atau memanfaatkan angkutan umum, dimana jarak antara Pantai Sawarna dengan Jakarta sekitar 270 km yang dapat ditempuh melalui 3 jalur.

Jika melalui jalur Serang dapat melewati arah Serang Timur menuju daerah Pandeglang berlanjut ke Malimping. Begitu sampai di Malimping tinggal mengikuti jalur yang menuju kearah Kecamatan Bayah, dan dari pusat kota Kecamatan dilanjutkan ke lokasi wisata.

Jalur kedua adalah melalui Pelabuhan Ratu yang kondisi jalannya lebih bagus dibandingkan dengan jalur Serang. Karena kondisi jalan yang bagus itulah banyak komunitas yang melakukan touring ke Pantai Sawarna dengan mengendarai motor memilih rute yang satu ini.

Rute yang ditempuh adalah melalui arah Ciawai yang berlanjut ke Cibadak. Begitu sampai di Cibadak, perjalanan berlanjut ke Pelabuhan Ratu. Setelah melalui perjalanan selama 45 menit Anda akan tiba di Cisolok yang jaraknya sudah cukup dekat dengan Pantai Sawarna.

Jalur ketiga adalah melalui Sukabumi. Cara yang ditempuh jika dari Jakarta adalah menuju ke Tol Jagorawi serta keluar melewati Tol Ciawi. Dari sini Anda dapat mengambil jalur yang menuju ke Sukabumi dengan melewati wilayah lido, Caringin, Cicurug, serta Parung Kuda.

Begitu sampai di perempatan Parung Kuda, pilih jalur yang menuju ke arah Pelabuhan Ratu melewati daerah Cikidang. Setelah melewati Gunung Batu, Anda akan bertemu dengan Simpang Ciawi. Beloklah ke kiri untuk menuju ke Desa Sawarna dan Anda akan tiba di lokasi yang dituju.

Jika perjalanan dilakukan dengan menggunakan angkutan umum, saat tiba di Pelabuhan Ratu, Anda dapat naik angkutan Elf jurusan Bayah dan turun di pertigaan Ciawi. Ongkos yang harus dibayar sekitar Rp.40.000.

BacaJuga:  10 Rental Kamera dan Lensa Murah Mulai 10 Ribuan di Tangerang

Di simpang Ciawi, lanjutkan perjalanan dengan menumpang ojek untuk menuju ke lokasi wisata, karena di persimpangan tersebut dapat ditemui pangkalan ojek.

Cara lainnya adalah dengan naik angkutan umum dari Jakarta dengan mengambil jurusan Serang. Begitu sampai di Terminal Serang, pilih angkutan Damri yang menuju daerah Bayah. Sesampai di pusat kota kecamatan Bayah tinggal mengendarai ojek menuju Pantai Sawarna.

Untuk wisatawan yang membawa kendaraan pribadi, disarankan menggunakan kendaraan yang tangguh dalam melewati medan-medan yang sulit, karena jalan-jalan yang ada di kawasan Desa Sawarna mayoritas cukup sulit dilalui.

Jika kendaraan yang dibawa dirasa tidak mampu menghadapi rute yang ada, sebaiknya menyewa sepeda motor dengan harga mulai dari Rp.50.000 perhari. Hal yang sama juga berlaku bagi wisatawan yang datang dengan menggunakan angkutan umum.

Ada lagi cara yang dapat dilakukan saat berada di Desa Sawarna dan ingin menjelajah kawasan wisata yang ada di desa tersebut, yaitu dengan menyewa guide yang umumnya merangkap sebagai tukang ojek.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa guide sekaligus ojek tersebut cukup murah yaitu Rp.60.000 sudah termasuk harga tiket masuk.

Dengan menyewa guide, banyak keuntungan yang bisa didapatkan, diantaranya Anda dapat mengetahui segala sesuatu yang terkait dengan Desa Sawarna.

Kedua Anda dapat menuju ke lokasi wisata dalam keadaan fresh meski jarak antara penginapan dengan tempat wisata lumayan jauh dan harus menempuh medan yang berat.

Ketiga Anda dapat meminta kepada guide untuk mengantar ke spot-spot wisata tersembunyi yang jarang dikunjungi orang.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Pantai Sawarna

Harga tiket masuk di tempat-tempat wisata yang ada di kawasan Pantai Sawarna dipatok  dengan harga yang sama, yaitu Rp.5000. HTM tersebut memang cukup murah untuk menebus indahnya pemandangan alam yang luar biasa.

Persoalannya, industri pariwisata di kawasan ini masih belum tergarap dengan baik sebagaimana objek-objek wisata yang ada di Bali, Jogjakarta, Malang, dan beberapa daerah lainnya yang menggarap sektor pariwisata dengan lebih serius.

Belum tergarapnya sektor pariwisata secara maksimal di kawasan Pantai Sawarna dapat dilihat dari infrastruktur jalan yang masih buruk, sarana transportasi yang terbatas, kurangnya fasilitas pendukung seperti tidak adanya pusat informasi bagi para wisatawan, jarak tempat layanan kesehatan, ATM dan POM yang cukup jauh, dan sebagainya.

Dengan infrastruktur dan fasilitas yang minim tersebut membuat para wisatawan yang datang ke Desa Sawarna harus benar-benar mempersiapkan fisik mereka karena perjalanan menuju lokasi dipastikan bakal menguras tenaga.

Selain itu, perbekalan harus diperiksa secara teliti dengan memastikan bahan bakar kendaraan penuh, membawa uang tunai, menyiapkan berbagai kebutuhan yang kemungkinan besar diperlukan selama di perjalanan, karena tidak semua barang dapat diperoleh di kawasan Pantai Sawarna.

Kalau untuk urusan mengisi perut, tidak perlu khawatir, karena di Desa Sawarna cukup banyak rumah makan dan warung-warung yang menjual berbagai macam menu makanan dengan harga bersahabat antara Rp.10.000 – Rp.15.000, tergantung dari jenis lauk pauk yang dipilih.

Anda juga dapat menikimati sea food segar di pinggir pantai dengan harga mulai dari Rp.50.000.

Untuk dapat berkunjung kesemua objek wisata yang ada di Sawarna, tidak mungkin dilakukan hanya dalam waktu satu hari. Pertama, karena objek wisata yang ada di kawasan tersebut cukup banyak, kedua karena keterbatasan infrastruktur dan fasilitas yang membuat para wisatawan sulit untuk melakukan mobilitas secara cepat.

Untungnya untuk masalah akomodasi, bukan merupakan persoalan yang pelik di Sawarna. Bagi yang membawa peralatan camping, dapat mendirikan tenda dan menginap di pinggir pantai. Tersedia pula bale-bale atau saung di tepi-tepi pantai yang disewakan oleh pemiliknya dengan harga yang murah.

Bagi wisatawan yang datang bersama keluarga atau rombongan besar bisa mencari hotel dan penginapan yang jaraknya sekitar 500 meter – 1 km dari lokasi wisata.

Penginapan tersebut pada umumnya adalah homestay atau rumah-rumah penduduk yang disewakan kepada para wisatawan dengan kisaran harga antara Rp.150.000 – Rp.300.000 permalam tergantung dari fasilitas yang dimiliki homestay tersebut.

Beberapa hotel dan penginapan yang ada di kawasan Pantai Sawarna diantaranya adalah: Java Beach Homestay, Malibo Resort, Srikandi Homestay, ABC Homestay, Aldista Homestay, Villa Angsana, Pondok Clara, Villa Little Hula-hula, Villa Saweri Gading, Villa Tanjung Layar Resort, Villa Bukit Indah, Widi Homestay, dan puluhan penginapan lainnya yang dapat dipilih sesuai dengan budget yang tersedia dan fasilitas yang Anda inginkan.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

2 thoughts on “Tidak Terlalu Jauh dari Jakarta, Pantai Sawarna ini Cantiknya Luar Biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.