Planetarium Jakarta Dibuka Kembali? Ini Jadwalnya

Posted on
Planetarium Jakarta Dibuka Kembali? Ini Jadwalnya
5 (100%) 1 vote
foto by @mentarihartarto

Lokasi: Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Menteng, Kota Jkt Pusat 10330
Maps: Klik Disini
HTM: Rp.12.000 (Dewasa perorangan), Rp.7.000 (Anak-anak perorangan)
Jam Buka: Selasa – Kamis 08.00 Sampai 15.00 WIB, Senin dan Hari Libur Nasional Tutup
Jadwal Pertunjukan: 09.00 Show 1, 12.00 Show 2, 15.00 Show 3
Telepon: 021 2305146
Email: planetarium@jakarta.go.id
Website: planetarium.jakarta.go.id

gambar by @evibito

Ilmu astronomi memiliki peran yang sangat penting di kehidupan masyarakat. Pada jaman dahulu ilmu perbintangan menjadi salah satu aspek kehidupan untuk menentukan beberapa hal yang menyangkut kehidupan.

Ilmu astronomi di sini bukanlah ilmu zodiak seperti Leo, Virgo, Taurus dan sebagainya. Melainkan ilmu yang mempelajari tata letak bintang di langit.

Di era sekarang ini sudah banyak teknologi maju yang bisa memudahkan masyarakat untuk mengenal dan juga mempelajari dunia perbintangan atau astronomi.

Apalagi dengan adanya dunia online seperti website dan juga youtube yang menampilkan movie atau film yang bisa memberikan informasi komplit dan juga lengkap mengenai keindahan jagad raya dan juga tata surya serta galaksi di angkasa luas.

Di Indonesia ada tempat khusus yang bisa digunakan untuk mempelajari dunia astronomi dan juga perbintangan.

Planetarium dan juga Observatorium Boscha, Lembang, Bandung menjadi tempat  yang tepat jika inin mempelajari dan juga mengenal dunia perbintangan atau ilmu astronomi.

Di sini masyarakat bisa mengenal dan mendapatkan edukasi yang komplit atau lengkap. Planetarium di Indonesia sendiri ada di beberapa daerah Jawa Timur tepatnya Surabaya dan juga Kalimantan ada di kota Tenggarong.

Di Yogyakarta tepatnya di Taman Pintar juga terdapat Planetarium meski skalanya lebih kecil.

Fitting Out merupakan salah satu ruang pameran yang ada, gambar by @planetariumjkt

Mengenal Planetarium Jakarta

Planetarium sendiri sekarang menjadi salah satu kawasan wisata favorit bagi sebagian masyarakat Jakarta dan juga luar Jakarta selain Ancol, Dufan dan juga TMII.

Tentu saja selain lokasi wisata yang strategis dan juga edukatif, kawasan wisata ini memang sangat murah dan bisa dijangkau dengan mudah.

Lokasi dan alamat dari Planetarium ini berada di tengah kota yang memungkinkan para wisatawan untuk menjangkau lebih mudah dari berbagai daerah di sekitar Jakarta. Tentu saja membuat akses menjadi lebih memungkinkan.

Planetarium di Jakarta ini bukan hanya sekedar kawasan wisata belaka, namun di sini ada beberapa nilai pendidikan yang ada di dalamnya dan mendapatkan peragaan simulasi perbintangan dan juga benda-benda langit.

Meskipun tidak selengkap dan semodern Planetarium di Singapore dan juga di Hayden Planetarium di Central Park, New York.

Akan tetapi para pengunjung ini bisa melihat dan mendapatkan informasi yang sangat lengkap mengenai dunia angkasa luar. Di sini para wisatawan bisa mendapatkan informasi mengenai dunia astronomi.

Planetarium dan Observatorium Jakarta ini memang menjadi salah satu dari 3 wahana simulasi langit yang ada di Indonesia. Planetarium yang tertua ini terletak di TIM atau Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Planetarium Jakarta adalah salah satu wahana pertunjukan atau peragaan simulasi yang menyajikan ilmu perbintangan dan juga benda-benda langit.

Pengunjung bukan hanya akan diajak untuk mengembara di jagat raya saja. Akan tetapi para pengunjung nantinya akan diajak guna memahami konsepsi dari alam semesta dan juga korelasinya kepada kehidupan di bumi.

photo by @planetariumjkt

Sejarah Planetarium

Planetarium Jakarta ini dibangun dan didirikan pertama kali pada tahun 1964. Ketika itu Presiden pertama Indonesia yaitu Presiden Soekarno menjadi salah satu pemilik ide untuk membangun Planetarium.

Setelah selesai dibangun, Planetarium akhirnya diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di tahun 1969.

Di kawasan wisata edukatif ini juga diadakan pameran benda- benda angkasa yang menampilkan aneka macam gambar atau foto dan juga keterangan serta informasi yang lengkap dari aneka bentuk galaksi.

BacaJuga:  3 Kolam Renang di Ancol Jakarta yang Menarik Untuk Dikunjungi

Selain itu disajikan teori-teori pembentukan galaksi serta tokoh-tokoh dibalik dari teori-teori tersebut.

Planetarium Jakarta ini juga terdapat area atau ruang galeri khusus yang digunakan untuk melihat serta menyaksikan benda langit dari berbagai macam teleskop atau teropong bintang yang bisa digunakan di sini.

Bentuk bangunan dari Planetarium ini sangat unik. Di area atapnya ini memiliki struktur setengah bola yang bisa terbuka secara berputar dan juga horizontal ke segala arah.

Bentuk ini ternyata dipilih guna mengurangi tekanan angin yang datang dari luar. Dan juga memiliki kemudahan untuk pengoperasian.

Untuk masalah sirkulasi udara ini sendiri tidak terlalu acak di area atap teleskop. Sehingga para pengunjung bisa mengamati seluruh area langit. Area ini adalah area observatorium.

Area ini dalam pengembangannya sendiri tidak mengganggu fungsi dari Observatorium meskipun pengembangan secara global dan beraneka ragam.

gambar by @king_adzka

Observatorium Planetarium

Di kawasan wisata Planetarium ini sudah terdapat 3 observatorium yang digunakan sebagai area pengamatan.

Baik pengamatan geografis dan juga visual yang bisa memudahkan para wisatawan mendapatkan informasi dan juga pengetahuan tentang ilmu bintang.

Dipilihnya kota Jakarta sebagai tempat Planetarium ini disebabkan dekat dengan ekuator dan juga mempunyai keistimewaan tersendiri.

Di sini para wisatawan bisa mengamati serta melihat kubah langit dari sektor utara dan juga sektor selatan. Dan bisa dilakukan secara bersamaan.

Sehingga sangat pas jika observatorium ini menjadi bagian dari kawasan wisata Planetarium Jakarta.

Kendala yang dihadapi di Jakarta ini adalah polusi udara dan cahaya yang sangat tinggi sehingga pengamatan visual untuk mengamati langit pada siang sedikit sulit. Untungnya ketika malam masih bisa dilakukan.

Foto: wikipedia.com

Sayangnya jika hendak dilakukan pemotretan, dengan kondisi ini memang sulit untuk dilakukan.

Di area Observatorium ini para wisatawan akan diperkenalkan mengenai kegiatan observasi atau praktek Astronomi serta pendokumentasian dari fenomena atau peristiwa Astronomi.

Area Observatorium ini memang tidak digunakan untuk melakukan penelitian.

Observatorium ini hanya dilakukan untuk memberikan informasi dan juga edukasi kepada para wisatawan.

Untuk penelitian biasanya hanya dalam skala terbatas dan dilakukan di Observatorium Bosscha ITB di Lembang dan juga di LAPAN. Sehingga para wisatawan hanya disajikan hasil dari penelitian tersebut.

Foto: nicejakarta.com

Kompleks Wisata Planetarium

Kawasan wisata Planetarium Jakarta ini terdapat beberapa area yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan.

Di area paling depan yang letaknya di lantai teratas di Planetarium ini para wisatawan bisa melihat beberapa jenis teleskop seperti ASKO, Cassegranian yaitu teleskop reflektor yang menggunakan cermin dengan diameter 31 cm.

Di sini para pengunjung akan diperkenalkan teleskop tersebut yang memiliki usia lebih dari puluhan tahun. Meski begitu kondisi dari optik teleskop tersebut masih sangat bagus dan berfungsi normal.

Bahkan teleskop ini kerap digunakan secara manual untuk edukasi dan juga melihat kondisi hilal yang digunakan untuk penentuan hari raya Idul Fitri dan juga Idul Adha. Teleskop di sini memiliki bentuk fisik yang besar dan juga medan pandang yang cukup sempit.

Bergerak ke area tengah di lantai atas, para wisatawan akan diajak untuk melihat salah satu koleksi teleskop yang dimiliki oleh Planetarium.

Di sini para pengunjung bisa melihat teleskop Takahashi yang merupakan teleskop jenis reflektor Newtonian dengan diameter sebesar 16 cm. Dan teleskop ini sudah dioperasikan sejak tahun 1983.

Baju astronot, gambar by @evibito

Teleskop ini tidak memiliki motor penggerak. Akan tetapi sudah bisa diandalkan untuk kegiatan melihat benda-benda langit dengan mudah. Medan pandang dari teleskop ini cukup besar dan juga ukurannya cukup kecil.

Meski begitu teleskop ini masih bisa digunakan secara manual dan juga relatif mudah untuk digunakan. Biasanya teleskop ini digunakan untuk mengambil gambar dari matahari, bulan dan juga planet di tata surya Bima Sakti.

BacaJuga:  20 Restoran di Central Park Yang Murah Enak - Tempat Makan Mall Jakarta Barat Indonesia

Sementara di lantai ini ada menara yang berisikan teleskop Coude yang merupakan teleskop jenis refraktor dengan diameter sekitar 15 cm dan menggunakan lensa.

Teleskop Coude ini beberapa kali mengalami perbaikan disebabkan sumbu teleskop yang kerap tidak sinkron.

Cukup wajar mengingat teknologi dan material yang digunakan sudah puluhan tahun yaitu tahun 1964. Sama usianya dengan Planetarium. Meski begitu masih tetap bisa digunakan dengan nyaman.

Ternyata bukan hanya ini saja teleskop yang bisa ditemukan di sini. Ternyata ada sekitar 10 portable telescope yang bisa dibongkar pasang dan dibawa kemana saja tergantung kebutuhan.

Dan tentu saja teleskop ini memiliki keuntungan disebabkan bisa digunakan di area atau lokasi yang ingin dipilih.

Teleskop ini disiapkan untuk pengamatan dan juga untuk sarana pembelajaran bagi para pengunjung. Biasanya ini digunakan untuk belajar, pengamatan dan juga proses Hisab Rukyat.

gambar by @evibito

Ruang Pameran

Selain ruang Observatorium, para wisatawan bisa mengunjungi ruang pameran yang siap menyajikan aneka bentuk benda-benda langit dan juga informasi yang sangat komplit.

Di sini para pengunjung akan disajikan aneka pertunjukkan simulasi langit yang disebut sebagai Teater Bintang. Letaknya berada di lantai 2. Di lantai 1 para wisatawan bisa mengunjungi area galeri pameran.

Di sini para pengunjung bisa melihat aneka ragam dan juga diorama yang menyajikan informasi benda-benda langit dan juga foto serta gambar yang menyajikan ilmu astronomi.

Dan ada teater kecil yang akan menyajikan film astronomi yang sangat lengkap dan juga edukatif. Ajak anak-anak untuk mengenal lebih jauh mengenai dunia astronomi di sini.

Para wisatawan bisa melihat bentuk dan wujud dari benda-benda langit. Banyak  gambar serta foto-foto yang dipamerkan di area ruang pameran ini.

Bentuk lukisan dan foto yang didapatkan dari alat astronomi seperti teleskop memang bisa ditemukan di sini. Para wisatawan bisa melihat bentuk planet, bintang, asteroid dan juga bulan hingga meteor  yang ada di angkasa luar.

Selain itu para pengunjung akan diperlihatkan koleksi meteorit yang pernah jatuh di daerah Tambak Watu di Pasuruan Jawa Timur pada tahun 1975.

Meteorit ini jatuh di rumah Bapak Supinah. Di area ini para pengunjung juga akan diperlihatkan miniatur dari matahari, planet di tata surya Bima Sakti dan juga simulasi fase bulan serta gerhana bulan serta matahari.

Di sini terdapat pula ruang pameran pendukung. Para wisatawan akan memasuki area lorong yang didalamnya berisi aneka lukisan zodiak dan juga aneka macam foto astronomi dengan penjelasan  yang sangat komplit.

Di area lobi sendiri para wisatawan bisa melihat aneka macam foto dan juga peraga yang sangat komplit. Biasanya para wisatawan akan melihat dan mengelilingi area ini untuk menunggu waktu pertunjukkan di Teater Bintang tersebut.

Di area ruang pameran ini memang memiliki ruang yang cukup terbatas. Apalagi ruang pameran ini bukan hanya digunakan untuk keperluan Planetarium saja.

Ruang pameran ini juga kerap dijadikan ruang eksebisi dan juga pameran yang berhubungan dengan dunia astronomi.

Kerap dilakukan pameran bulanan di area indoor – outdoor exhibition yang bisa memberikan edukasi dan juga informasi yang sangat penting bagi masyarakat dan juga wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata ini.

Di area lobi ruang pameran dan juga di halaman memang menjadi ruang transisi yang menyajikan poster informasi mengenai dunia astronomi serta benda-benda langit yang siap memberikan informasi yang komplit dan juga lengkap.

Ruang transisi ini biasanya dijadikan area tunggu bagi para pengunjung yang ingin menikmati Teater Bintang di Planetarium tersebut. Sembari menunggu diputarnya film mengenai angkasa luar, para wisatawan bisa menikmati sajian informasi di sini.

Planetarium ini memang sedang dalam tahap pembenahan yang dilakukan bertahap dari tahun ke tahun terutama di area ruang pameran serta peraga lainnya.

Hal ini tentu saja untuk memberikan kepuasan kepada para pengunjung untuk mendapatkan informasi yang lengkap di dunia astronomi.

BacaJuga:  10 Mall di Kuningan Jakarta Selatan Yang Ada Bioskop Serta Tempat Makannya
foto by @evibito

Harga Tiket Masuk

Bagi para wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata Planetarium ini, area pameran ini bisa dinikmati sejenak sembari menunggu melihat pertunjukan di Teater Bintang.

Dan untuk mengunjungi Teater Bintang ini tidak dipungut biaya alias harga tiket masuknya gratis. Dan tidak perlu mendaftar terlebih dahulu jika di Planetarium ini.

Akan tetapi jika datang rombongan harus melakukan konfirmasi lebih awal. Jadwal operasional dari Planetarium ini dibuka sejak pukul 08:00 WIB hingga 15.00 WIB di akhir pekan.

Sementara di hari kerja dibuka pukul 15.30 WIB hingga 18.00 WIB. Jam operasional ini hanya berlaku untuk perorangan. Sementara Senin Planetarium dan Teater Bintang tutup.

Sementara untuk masuk ke Planetarium ini para wisatawan harus merogoh kocek sebesar 12 ribu saja untuk per orang. Bagi para pengunjung anak-anak hanya dikenakan biaya sebesar 7000 per orang.

Sementara di akhir pekan juga sama, dikenakan biaya sekitar 12 ribu per orang. Dan anak-anak dikenakan biaya sebesar 7 ribu. Sedangkan untuk para pengunjung yang datang bersama rombongan dikenakan biaya 500 ribu untuk 100 orang bagi siswa atau pelajar.

Sementara untuk kalangan non pelajar dikenakan biaya 1 juta per 100 orang. Tentu saja sangat murah.

Pertunjukan Planetarium di Teater Bintang ini memang hanya digelar selama 6 hari. Senin digunakan untuk maintenance dan juga pemeliharaan barang-barang di Planetarium.

Akan tetapi kegiatan di perkantoran tetap dibuka dan melayani informasi mengenai Planetarium. Seperti yang disebutkan di atas bahwa jam operasional tersebut hanya berlaku untuk perorangan saja.

Sementara untuk rombongan bisa mengunjungi kawasan wisata ini sejak pagi yaitu pukul 9 pagi hingga 14.30 WIB. Dan untuk Teater Bintang rombongan harus melakukan reservasi terlebih dahulu.

Sedangkan untuk perorangan cukup mengantri di loket 1 jam sebelum pertunjukkan dimulai. Untuk masa libur sekolah disarankan untuk datang sejak pagi hari. Pasalnya tiket akan cepat habis di masa libur sekolah.

gambar by @evibito

Rute dan Akses Cara Menuju ke Lokasi

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata ini bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil.

Letak dan lokasinya yang berada di pusat kota tentu saja membuat para wisatawan bisa dengan mudah mengaksesnya.

Apalagi sekarang ini sudah ada Google Map yang siap memberikan denah, peta hingga jalur akses yang sangat mudah dan tidak terhindar kemacetan.

Sementara kendaraan atau transportasi yang bisa digunakan lainnya adalah Trans Jakarta, kereta api dan juga kendaraan umum seperti bus.

Bagi yang gemar menggunakan KRL Commuter Line bisa menggunakan kereta baik dari arah Bogor, Jakarta Kota dan juga Bekasi. Para pengunjung bisa turun di Stasiun Kerata Api Cikini.

Dari sini dilanjutkan dengan menggunakan Metromini No. 17 yang menuju ke arah Pasar Senen. Bisa juga dengan naik Bajaj  atau ojek online. Bisa juga dengan berjalan kaki. Pasalnya jarak dari stasiun ke lokasi hanya 1 KM saja.

Rental Mobil Lampung
Loading...
Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

3 thoughts on “Planetarium Jakarta Dibuka Kembali? Ini Jadwalnya

  1. Harganya masih samakah di 2018 ini pak admin? Jam kunjungannya jg bagaimana? Kao utk anak usia 2th bisa masuk kah?

  2. Selamat pagi.

    Mohon informasi Jadwal, HTM, dan informasi lainnnya disesuaikan (diperbaharui) sesuai yang tertera pada link situs resmi Planetarium Jakarta (https://planetarium.jakarta.go.id/)

    Termasuk foto-foto yang digunakan pada tulisan ini juga foto-foto yang sesuai dengan situasi dan kondisi di Planetarium Jakarta.

    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.