10 Gambar Taman Labirin di Bandung Indonesia + Tiket Masuk Lokasi Wisata

Posted on
Taman labirin bandung malang ngawi banjarmasin indonesia kalsel kalimantan selatan alamat batu pelaihari coban rondo bogor banjarbaru bojonegoro balai kota bintaro baturaden banua cianjur cafe danau toba lokasi letak medan jakarta surabaya jogja foto gembira loka gambar htm harga terbesar jawa timur tengah jatim barat jebakan lembang tanah laut magelang wisata pujon rute bunga nusantara cipanas purbalingga puncak serang semarang selecta simalem dunia terindah tambang ulang tiket masuk yogyakarta
Taman Labirin (foto: cahayatheprinces.com)

Lokasi: JL. Wastukencana No.2, Desa Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung Kota, Jawa Barat, 40117
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 07.00 – 20.00 WIB
Telepon: 0224 – 216402

“Bumi Pasundan lahir pada saat Tuhan sedang tersenyum” demikian ungkapan yang disampaikan M.A.W Brouwer, seorang budayawan, fenomenolog dan juga psikolog asal Belanda untuk menggambarkan keindahan tanah Sunda. Ungkapan tersebut kemudian populer di kalangan masyarakat Indonesia dan lebih spesifik tertuju kepada Kota Bandung, sehingga muncul ungkapan “Bandung lahir pada saat Tuhan sedang tersenyum”. Ungkapan inilah yang dilontarkan Ridwan Kamil, Walikota Bandung dalam acara standup comedy di salah satu televisi swasta.

Harus diakui bahwa semenjak Bandung dipimpin oleh Ridwan Kamil, banyak perubahan signifikan yang terjadi pada kota Bandung dari sisi penataan kota. Seolah ingin mempertegas kecantikan dari kota berjuluk Paris van Java ini, sejumlah ruang terbuka hijau disulap menjadi taman-taman tematik yang cantik dan menarik.

Menyusuri Taman Labirin (foto: klikhotel.com)

Beberapa taman kota yang menghiasi Kota Bandung tersebut diantaranya adalah: Taman Jomblo, Taman Musik Centrum, Taman Vanda, Pustaka Bunga, Taman Lansia, Taman Fotografi, Taman Sejarah, Taman Film, Pet Park, Taman Super Hero dan yang sedang ngehits saat ini adalah Taman Labirin atau Taman Balai Kota yang terletak di depan Kantor Balai kota Bandung.

Begitu dibuka untuk umum, Taman Labirin ini langsung mengundang perhatian dan membuat penasaran masyarakat karena foto dari taman ini diunggah langsung oleh Ridwan Kamil lewat akun instagramnya untuk mengkampanyekan taman hijau yang ada di kawasan kota Bandung.

Kehadiran Taman Labirin dan sejumlah taman kota yang lain tersebut, selain berfungsi sebagai paru-paru kota, di sisi lain juga menjadi wahana rekreasi, sehingga masyarakat Bandung tidak perlu pergi ke luar kota untuk  untuk menghabiskan waktu libur mereka. Bahkan, Bandung yang sejak lama menjadi salah satu primadona pariwisata di Indonesia semakin dibanjiri para wisatawan yang datang dari seluruh penjuru tanah air.

Pohon Trembesi Tua di Taman Labirin (foto: hipwee.com)

Sejarah Singkat Taman Labirin

Gedung Balai Kota Bandung dan taman yang terhampar di depannya merupakan saksi mata dari perkembangan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini, karena  gedung Balaikota merupakan bangunan tertua yang ada di Kota Bandung. Awalnya, bangunan yang kini difungsikan sebagai Balaikota adalah milik tuan tanah yang juga asisten residen Priangan bernama Adries De Wilde (1781 – 1865). Bangunan yang didirikan pada tahun 1819 tersebut oleh pemiliknya digunakan sebagai “koffie pakhuis” atau gudang kopi karena pada saat itu Priangan dikenal sebagai penghasil kopi.

Pada tahun 1923 gedung kopi tersebut oleh pemiliknya diserahkan kepada pemerintah kolonial Belanda. Karena status Kota Bandung yang sejak tahun 1906 sudah menjadi Kota Praja dan membutuhkan bangunan untuk kantor Balaikota, maka pada tahun 1927 koffie pakhuis dirobohkan dan sebagai gantinya didirikan gementee huis atau gedung Balaikota.

Unggahan sang Walikota di Instagram, bikin Taman Labirin Balaikota (foto: Instagram)

Dengan mengusung gaya arsitektur “Art Deco” Gedung Balai Kota Bandung dan bangunan-bangunan lain yang ada di belakangnya dirancang oleh EH de Roo. Arsitek ini pula yang merancang perluasan bangunan yang menghadap ke arah Pieter Sijthoffpark yang kini dikenal sebagai Taman Balai Kota pada tahun 1935.

Dahulu di depan gedung Balaikota ini banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang berumur ratusan tahun, sebelum akhirnya secara bertahap dirubah menjadi taman. Pada tahun 1981 dibuat Taman Badak yang ditandai dengan patung badak putih karena konon pada jaman dahulu, di area tersebut digunakan untuk mandi dan minum kawanan badak. Pada jamannya, Taman Balaikota juga dikenal dengan nama Taman Dewi Sartika karena adanya patung dari pejuang pergerakan wanita Indonesia ini. Taman Balaikota juga sempat mendapat julukan Taman Merpati karena adanya patung burung merpati berukuran raksasa.

Pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil, Taman Balaikota lebih akrab dengan julukan Taman Labirin karena dibangunnya sebuah taman berbentuk labirin, meski tidak sebagaimana labirin-labirin pada umumnya yang memiliki jalan berliku dan bercabang dengan arah yang sulit ditebak. Taman Labirin yang ada di depan Balai Kota Bandung ini hanya memiliki empat jalur masuk dengan rerumputan yang ditanam di tempat yang tinggi dan menghalangi pandangan. Sehingga mereka yang masuk ke area taman ini akan berhadapan dengan dinding-dinding layaknya sebuah labirin.

Patung Badak Putih di Taman Labirin (foto: explorebandungbarat.com)

Taman yang memadukan fungsi sosial dengan aspek ekologi dibalut sentuhan estetika yang tinggi ini dapat dikunjungi oleh siapapun dengan gratis sejak pukul 07.00 – 20.00 WIB. Menariknya, para pengunjung dapat menikmati sejumlah fasilitas umum layaknya tempat-tempat wisata berbayar, seperti toilet untuk pria dan wanita, mushollah, fasilitas nge-gym, free Wi-Fi serta fasilitas kesehatan dalam bentuk Puskesmas yang berada tidak jauh dari pintu masuk taman.

Daya Tarik Taman Labirin

Begitu memasuki area taman, pengunjung akan disuguhi suasana yang asri, teduh dan tenang serta keindahan taman yang memanjakan mata. Selanjutnya, pengunjung dapat memilih salah satu dari empat jalan masuk untuk menyusuri labirin-labirin yang mengelilingi dua pohon beringin berukuran besar yang usianya sudah ratusan tahun. Jalan yang terletak diantara labirin tersebut memiliki lebar setengah meter berlantai granit.

Salah Satu Sudut Taman Labirin (foto: destinasibandung.co.id)

Bagi anak-anak kecil, taman labirin bisa menjadi wahana menarik untuk bermain petak umpet atau berkejar-kejaran. Bagi orang-orang dewasa atau mereka yang menginginkan suasana yang tenang dan nyaman, menyusuri labirin yang berliku dengan suasana sekeliling berbalut hijau pepohonan akan memberikan kedamaian. Sedang bagi anak-anak muda, taman ini bisa dijadikan ajang untuk membangun keakraban dengan teman atau dengan pasangan. Terlebih pada malam hari, karena suasana di sekitar lokasi taman menebarkan nuansa romantis. Tidak hanya itu, di hampir semua sudut taman bisa dijadikan background foto yang instagramable.

Suasana yang membuat betah para pengunjung tersebut tidak hanya dapat dinikmati di area yang ditempati taman labirin, tapi juga di hampir semua bagian yang ada di Taman Balai Kota.  Di area Taman Dewi Sartika misalnya, aliran sungainya yang jernih dibuat dangkal sehingga dapat dijadikan tempat bermain oleh anak-anak. Tidak jauh dari taman yang berhias patung Dewi Sartika tersebut dapat ditemui konstruksi besi berbentuk prisma yang dibalut kawat ram berukuran 2,5 meter2 setinggi 2 meter bertuliskan “Love” pada bagian atasnya.

Gembok Cinta di Taman Labirin (foto: bersapedahan.files.wordpress.com)

Ratusan gembok tampak tergantung pada kawat ram, karena konstruksi besi berbentuk prisma ini memang disediakan untuk para muda-mudi yang ingin mengekspresikan perasaan cintanya kepada pasangan dengan cara mengikatkan gembok pada kawat ram, berdua dengan pasangan. Jadi, untuk bisa mengekspresikan perasaan cinta lewat “gembok cinta”, tidak perlu harus jauh-jauh pergi ke Gunung Huangshan yang ada di Cina, ke Pecs Town Square yang ada di Hongaria, ke Jembatan Pont des Arts yang ada di Paris atau ke Hohenzollern Bridge yang ada di Cologne, Jerman, tapi cukup dengan berkunjung ke Taman Balai Kota.

Masih di area Taman Balai Kota, dapat dijumpai Taman Badak lewat ikon patung badak berwarna putih dengan suasana yang menarik untuk dijadikan objek foto serta Taman Sejarah yang berada di sisi Jalan Aceh. Taman Sejarah ini menarik untuk dikunjungi anak-anak dan pelajar karena dilengkapi dengan relief sejarah Kota Bandung serta foto-foto dari para Walikota yang pernah memimpin Kota Bandung. Taman ini dilengkapi kolam kecil berair dangkal yang dapat dipakai untuk bermain dan berkubang oleh anak-anak.

Tidak hanya bagian dalam saja, pada sisi luar Taman Balai Kota, pengunjung dapat menjumpai Taman Tepian Anak Sungai Cikapayang yang diresmikan pada 31 Desember 2015. Taman yang berlokasi di pinggir Jalan Merdeka ini dihiasi dengan tempat untuk duduk santai serta berbagai jenis bunga yang indah dan instagenic untuk dijadikan objek foto.

Salah Satu Sisi Taman Balai Kota (foto: bersapedahan.files.wordpress.com)

Berbagai Aktifitas di Taman Labirin

Taman seluas 13.800 meter2 ini tidak hanya dijadikan sebagai wahana rekreasi yang murah meriah olah masyarakat Bandung, tapi juga menjadi tempat berkumpul dan beraktifitas  komunitas seni, otomotif, olah raga serta yang lain. Dengan area yang luas dan nyaman, Taman Balai Kota menjadi tempat favorit berbagai komunitas untuk mengekspresikan minat dan bakat mereka, seperti dipakai untuk berlatih senam, menari, teater, fotografi serta aktifitas yang lain. Bagi mereka yang gemar berolahraga, tersedia jogging track dan area untuk bersepeda.

Selain dijadikan sebagai tempat berkumpul, beraktifitas dan berolahraga, Taman Labirin juga menyuguhkan wisata sejarah lewat bangunan Gedung Balai Kota dengan gaya arsitektur Art Deco yang dibangun pada tahun 1935. Bangunan bersejarah lainnya adalah Gedung Bank Indonesia dan gereja Katedral St Petrus. Jika masih belum puas menikmati ketiga bangunan bersejarah tersebut, tinggal melangkahkan kaki beberapa ratus meter menuju Kota Tua Braga untuk melihat bangunan-bangunan bersejarah lainnya.

Taman Balai Kota yang Menawan (foto: bersapedahan.files.wordpress.com)

Satu lagi daya tarik yang disuguhkan kepada para pengunjung adalah difungsikannya salah satu gedung yang ada di Balai Kota Bandung sebagai “Bandung Command Centre” atau sebuah ruang informasi dan pengamatan publik yang dilengkapi berbagai macam teknologi canggih. Lewat teknologi pengamatan publik yang dikembangkan Kota Bandung ini, berbagai tempat yang ada di Kota Bandung tercover CCTV, sehingga segala bentuk aktifitas dapat terekam dan dilihat lewat puluhan layar monitor yang ada di ruangan yang mirip dengan cabin pesawat dalam film Star Trek.

Tempat Wisata Lain di Sekitar Taman Labirin

Taman Labirin menjadi semakin menarik untuk dikunjungi, karena para wisatawan tidak hanya dapat menikmati keelokan Taman Balai Kota saja, tapi juga beberapa tempat wisata lainnya yang jaraknya sangat dekat dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Patung Dewi Sartika di Taman Labirin (foto: bersapedahan.files.wordpress.com)

Jika berjalan menuju ke arah Selatan, Jalan Braga akan menyambut wisatawan dengan suasana Bandung Tempoe Doeloe, serta beberapa tempat wisata yang lain, seperti Wiki Kaffie, Braga City Walk dan Taman Vanda. Jika mengarahkan kaki ke arah utara, Anda akan menemukan JL. Merdeka, berlanjut ke JL. Ir.H. Djuanda dan Jalan Dago. Di pinggir ketiga jalan tersebut banyak dijumpai factory outlet, seperti Blossom FO, Rumah Mode, Hakata Ikkhousha, serta yang lain, sehingga menjadi surga bagi penggemar wisata belanja.

Jika masih belum puas, dapat melanjutkan aktifitas berbelanja masih di sekitar lokasi yang sama, yakni di BIP (Bandung Indah Plaza) dan Bandung Electronik Centre. Untuk yang menggemari wisata kuliner, dapat melangkahkan kaki menuju ke arah Barat yang menjadi lokasi sejumlah tempat wisata kuliner, salah satu diantaranya adalah BMC (Bandung Milk Centre).

Keindahan Kota Bandung yang semakin dipercantik dengan kehadiran sejumlah taman tematik yang menarik tersebut bisa jadi akan merubah ungkapan “Bandung lahir pada saat Tuhan sedang tersenyum” menjadi “Bandung lahir pada saat Tuhan sedang tertawa”. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *