55 Tempat Wisata di Jogja (Yogyakarta) Destinasi Alam Pantai / Kota Malam Hari Yang Wajib Dikunjungi Terbaru

Posted on
Tempat wisata di jogja terbaru pantai kota pada saat malam hari romantis yang sejalur searah gratis bantul bay dekat malioboro ugm bandara stasiun lempuyangan tugu borobudur prambanan obyek alam yogyakarta jarang harus wajib dikunjungi baru sepi sejuk murah meriah bagus lagi hits berdekatan pusat daerah daftar menarik indrayanti baron sundak parangtritis dan sekitarnya untuk keluarga anak gunung kidul kulon progo belum terjamah kalibiru aadc terkenal selain kecuali
Tempat Wisata di Jogja (foto: skyscrapercity.com)

Jogja dikenal sebagai Kota Pelajar sekaligus miniatur Indonesia karena di sini berdiri 4 dari 7 Perguruan Tinggi Tertua dan Ternama di Indonesia, yaitu ITB, IPB, UII dan UGM. Keempat perguruan tinggi itulah yang menjadi magnet bagi para pelajar se-Indonesia untuk datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta guna menimbah ilmu.

Jogja juga merupakan magnet wisata Indonesia selain Bali, yang banyak menyedot wisatawan asing dari seluruh penjuru dunia, karena di Yogyakarta dan daerah di sekitarnya memang memiliki banyak obyek pariwisata yang menarik, terkenal dan hits di kalangan turis mancanegara. Keindahan Jogja pula yang menjadi salah satu alasan dijadikannya tempat ini sebagai lokasi utama shooting dari film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2.

Seperti apa keindahan Yogyakarta dan daya tarik apa saja yang dimiliki objek-objek wisata di Jogja, baik objek wisata yang umurnya sudah ribuan tahun maupun objek wisata terbaru, berikut daftar tempat wisata di Jogja yang wajib dikunjungi pada saat Anda melakukan trip di kota yang menjadi Pusat Kebudayaan Jawa ini.

1. Candi Prambanan

Alamat: Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Wisatawan Lokal Rp.30.000, Wisatawan Asing US$ 18
Jam Buka Tutup: 08.00 – 17.00 WIB
Telepon: (0274) 496401

Candi Prambanan (foto: ensiklopediaindonesia.com)

Dua dari tujuh candi yang dinobatkan sebagai candi terbesar di dunia ada di Indonesia. Keduanya adalah Borobudur dan Prambanan. Bedanya jika Borobudur merupakan candi Buddha sementara Prambanan adalah candi terbesar umat Hindu.

Secara administratif, Candi Prambanan merupakan bagian dari dua wilayah, yaitu wilayah Kabupaten Sleman Propinsi DIY dan Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah. Candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan sekitar tahun 850 Masehi, dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar budaya dunia.

Candi Prambanan terbagi atas 3 candi utama yaitu Candi Brahma, Wisnu dan Shiwa. Ketiga candi utama tersebut kesemuanya menghadap ke Timur dengan tinggi 47 meter. Disamping itu terdapat pula 2 candi apit, 4 candi sudut, 4 candi kelir, serta 224 candi pada halaman  kedua. Daya tarik Candi Prambanan terletak pada relief-reliefnya yang indah, salah satunya menceritakan kisah Rama – Shinta. Bahkan, lambang negara Republik Indonesia yakni burung Garuda konon terinspirasi dari relief yang ada di Prambanan berupa burung mistik bernama “Garuda” yang berwujud setengah manusia dan setengah burung.

2. Pantai Parangtritis

Lokasi: JL. Parangtritis Km.28, Desa Kretek, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul
Maps: Klik Disini
Harga TIket Masuk: Rp.3.500
Operasional: 24 Jam

Pantai Parangtritis (foto: initempatwisata.com)

Dipercaya sebagai salah satu lambang kekuatan Trimurti oleh masyarakat Yogyakarta bersama Keraton Kesultanan Jogja dan Gunung Merapi, membuat keindahan alam yang disuguhkan Pantai Parangtritis bercampur dengan nuansa magis. Pantai yang kerap digunakan untuk upacara ritual tersebut dikenal dengan keindahan Sunrise dan sunsetnya yang menebarkan suasana romantis.

Selain keindahan pantainya, ada dua fenomena alam yang ada di sekitar Parangtrisis yang menarik untuk dilihat dan dinikmati, yaitu Gumuk Pasir dan Pemandian Air Panas Parawedang. Gumuk pasir berupa gundukan pasir di sebuah area yang memiliki pola guratan layaknya padang pasir. Karena indah sekaligus unik, tempat ini banyak dijadikan lokasi foto pre-wedding sekaligus lokasi penelitian ilmiah.

Sedang Pemandian Air Panas Parawedang berupa pemandian yang airnya berasal dari sumber mata air yang memancarkan air panas. Sumber air tersebut menjadi unik karena lokasinya di kawasan pantai, padahal sumber air panas pada umumnya berada di kaki gunung berapi. Keunikan yang lain, setelah dilakukan penelitian, air yang bersuhu panas tersebut ternyata tidak mengandung sulfur atau belerang sebagaimana umumnya sumber air panas.

3. Malioboro

Letak: JL. Malioboro, Sosromenduran, Gedung Tengen, Kota Yogyakarta
Google Map: Klik Disini
Operasional: 24  Jam

 

MALIOBORO (foto: amaliamalioboro.com)

Jalan Malioboro adalah poros Garis Imajiner yang sejalur atau searah dengan Keraton Yogyakarta yang meliputi Jalan Malioboro, Jalan Margo Utomo dan Jalan Margo Mulyo, yang membentang mulai dari perempatan Kantor Pos Yogyakarta sampai dengan Tugu Yogyakarta.

Di kawasan tersebut terdapat beberapa objek bersejarah yang menarik untuk dikunjungi, yaitu: Tugu Yogyakarta, Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Gedung Agung, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu.

Selain menjadi lokasi beberapa termpat bersejarah, Malioboro juga sangat terkenal karena di kawasan ini pada malam hari banyak ditemui para pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai macam barang, utamanya kerajinan khas Jogja serta warung-warung lesehan yang menjual berbagai macam menu makanan khas Yogyakarta. Daya tarik lainnya dari kawasan ini adalah banyaknya para seniman yang berkumpul dan mengekspresikan kemampuan mereka dalam bermain musik, pantomim, happening art, serta yang lain.

4. Keraton Yogyakarta

Alamat: JL. Rotowijayan Blok No.1 Desa Bokoharjo, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
HTM: Rp.10.000
Operasional: Minggu – Kamis 08.30 – 12.30 WIB, Jumat – Sabtu 08.30 – 11.00 WIB
Nomor Telepon: (0622) 74373721

Keraton Yogyakarta (foto: cahselo.com)

Keraton Yogyakarta kecuali menjadi pusat pemerintahan propinsi DIY dan tempat tinggal keluarga Sri Sultan Hamengkubuwono, juga merupakan representrasi dari Budaya Jawa. Hal tersebut tercermin dari arsitektur bangunan yang setiap sudutnya dihiasi dengan ornamen-ornamen yang sarat dengan falsafah hidup orang Jawa.

Selain itu, pola hidup, adat istiadat dan beragam seni budaya Jawa masih terjaga dengan sempurna di lingkungan Keraton Yogyakarta, tidak terkecuali benda-benda bersejarah yang erat kaitannya dengan sejarah Keraton Yogyakarta, seperti keris, beberapa lukisan dan foto raja-raja Jawa, silsilah raja Jawa, serta berbagai macam hasil budaya Jawa, salah satunya adalah batik yang sudah diakui dunia.

5. Benteng Vredeburg

Alamat: JL. Ahmad Yani No.6, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Dewasa Rp.2.000, Anak-anak Rp.1.000, Wisatawan Asing Rp.10.000
Operasional: Selasa – Kamis 07.30 – 16.00 WIB, Jumat – Minggu 07.30 – 16.30 WIB
Nomer Telpon: (0274) 586934

Benteng Vredeburg (foto: wisatanesia.co)

Benteng yang dibangun Sultan Hamengkubuwono I ini merupakan loji tertua di Yogyakarta. Dalam perkembangannya, benteng tersebut direbut oleh pemerintah kolonial Belanda dan diberi nama Fort Rustenburg sebelum akhirnya berubah nama menjadi Benteng Vredeburg atau Benteng Perdamaian.

Benteng tersebut saat ini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai macam benda bersejarah peninggalan masa perjuangan. Terdapat pula Diorama yang menggambarkan kondisi bangsa Indonesia pada masa penjajahan, serta ruang untuk memutar film-film perjuangan.

Benteng yang hanya tutup setiap hari Senin ini sangat menarik untuk dikunjungi pada bulan Juni – Juli, karena pada saat itu Benteng Vredeburg dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan FKY (Festival Kesenian Yogyakarta). Selama pelaksanaan festival, akan dapat Anda saksikan berbagai macam pameran dan pertunjukan seni.

6. Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark

Alamat: Kawasan Terpadu Maguwo City (KTMC), Desa Maguwoharjo, Kecamatan  Depok, Kabupaten Sleman
Peta: Klik Disini
Biaya Masuk: Dewasa Rp.135.000, Anak-anak Rp.100.000
Operasional: Senin – Jumat 09.00 – 18.00 WIB, Sabtu – Minggu dan Hari Libur 08.00 – 18.00 WIB
Telfon: (0274) 8722020

Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark (foto: nagantour.com)

Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark adalah taman wisata air terbesar di DIY yang relatif masih baru. Tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga ini menempati area seluas 9,7 hektar yang terbagi atas 7 hektar untuk area permainan dan pertunjukan serta 2,7 hektar untuk lahan parkir dan penghijauan.

Dengan mengusung tema Bajak Laut yang memadukan unsur Eropa dan Jawa, Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark menyuguhkan 19 wahana air diantaranya adalah Volcano Coaster, Memo Racer, Bekti Adventure,  Hip Playground, Kula Playpool, Ziggy Giant Barrel, Joli Raft River, Mimi Family, Donte Wild River, South Beach, Timo Rider, Brando Boomeranggo, How to Survive in Tsunami and Eartquake, serta yang lain.

Selain wahana permainan, sejumlah fasilitas juga melengkapi tempat wisata ini, diantaranya adalah toilet, kamar mandi, musholah, layanan foto, penyewaan loker dan handuk, gazebo, cafe and resto, lahan parkir yang luas, serta fasilitas yang lain.

7. Pantai Siung

Alamat: Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.3.000
Operasional: 24 Jam

Pantai Siung (foto: wisatanesia.co)

Pantai berpasir putih dengan air laut berwarna kebiru-biruan yang jernih serta gugusan karang yang ada di Pantai Siung akan memberikan kepuasan pada mata saat memandang. Jika tidak cukup hanya dengan memuaskan mata, nikmati jernihnya air laut dengan berenang atau bermain air di kawasan pantai, karena dijamin akan aman sebab terlindungi area bebatuan karang datar dengan kedalaman air di gugusan karang tersebut hanya sekitar 1 meter.

Bukan itu saja daya tarik dari Pantai Siung, bukit yang mengelilinginya juga kerap dikunjungi para wisatawan dari mancanegara karena dilengkapi dengan fasilitas panjat tebing berskala internasional karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

8. Pemandian Tirta Budi

Alamat: Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.2000
Operasional: 07.00 – 18.00 WIB
No Telp: (0838) 30879441

Pemandian Tirta Budi (foto: wisatajawa.co.id)

Dikalangan anak-anak muda, Pemandian Tirta Budi lebih dikenal dengan nama Blue Lagoon karena airnya yang sangat jernih berwarna kebiru-biruan. Meski ukurannya kecil, pemandian alam yang sebenarnya berupa kedung yang berasal dari mata air Belik Kluwih dan Sendang Lanang ini tidak kalah populer dari tempat-tempat wisata air buatan yang memiliki fasilitas yang lebih mewah.

Hal tersebut selain karena air yang dimiliki pemandian ini jernih dan segar khas air pegunungan, kondisi alam di sekeliling juga cukup menawan. Terlebih untuk dapat menikmati  kesegaran air Pemandian Tirta Budi cukup dengan membayar biaya masuk yang sangat murah.

9. Puncak Becici

Alamat: Dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: 05.00 – 19.00 WIB
Telepon: 0896-7544-4972

Puncak Becici (foto: sewamotordijogja.com)

Jajaran pohon-pohon pinus dengan udara yang sejuk dan segar menjadi suguhan pertama yang dijumpai para wisatawan saat berkunjung ke Puncak Becici. Selain itu gubuk-gubuk sederhana yang dibuat warga setempat untuk menjajakan makanan dan minuman bakal menyambut begitu melewati gapura pintu masuk.

Keindahan hutan produksi tersebut sebenarnya sudah cukup menghibur bagi mereka yang menyukai suasana alami. Namun jika ingin menikmati pemandangan yang lebih indah lagi, lanjutkan perjalanan menuju puncak Bukit Becici. Di sana akan dijumpai bangku-bangku dari batang pinus, beberapa gazebo, ayunan kayu, area datar yang cukup luas untuk camping ground, serta gardu pandang.

Di atas gardu pandang itulah pemandangan yang menawan dapat Anda saksikan. Terlebih pada sore hari saat matahari hendak berangkat ke peraduan. Sunset yang  dinikmati dari atas Puncak Bukit  Becici bakal menyuguhkan landscape yang tiada duanya.

10. Candi Kalasan

Alamat: Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Dewasa Rp.2.000, Anak-anak Rp.1.000
Operasional: 07.00 – 17.00 WIB

Candi Kalasan (foto: njogja.co.id)

Bagi para wisatawan yang datang ke Jogja dengan menggunakan pesawat terbang, disarankan untuk terlebih dahulu mengunjungi Candi Kalasan, karena candi yang memadukan corak Hindu dan corak Buddha ini lokasinya hanya sekitar 2 – 3 km dari Bandara Adisutjipto, sehingga cukup dekat untuk dijangkau.

Candi yang konon usianya lebih tua dari Candi Borobudur ini dibangun oleh salah satu keluarga Syailendra yaitu Maharaja Tejapurnapana Panangkaran. Karena usianya yang sudah sangat tua, meskipun telah beberapa kali mengalami pemugaran, Candi Kalasan tetap saja rapuh, sehingga pengunjung dilarang naik ke tangga ruang dalam candi karena dikhawatirkan akan membuat bebatuan yang ada di sekelilingnya runtuh.

11. Museum Batik

Alamat: JL. Dr. Sutomo 13A RT.049 RW.12, Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.20.000, Pelatihan Rp.40.000/Jam
Operasional: 09.00 – 15.00 WIB
Telepon: (0274) 562338, 085643123435, 081328199070

Museum Batik (foto: museumbatik.com)

Museum batik pertama di Jogjakarta ini jaraknya hanya sekitar 1 km dari Stasiun Lempuyangan yang dapat ditempuh dengan menggunakan taksi atau ojek sekitar 5 menit. Museum Batik ini berdiri pada 12 Mei 1977 atas prakarsa pemilik museum dan istrinya yaitu Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih.

Menempati lahan seluas 400 meter2, di dalam museum tersimpan sebanyak 1200 koleksi batik dalam bentuk 500 lembar batik tulis, 560 batik cap, 35 wajan serta bahan pewarna dan 124 alat pembatik yang dikenal dengan nama canting. Selain berbagai macam motif batik dari berbagai daerah dengan motif dan corak yang menawan, museum ini juga mengoleksi batik yang usianya sudah lebih dari 1 abad, diantaranya adalah Sarung Isen-isen Antik dan Isen-isen Antik Klenengan (1880 -1890), Sarung Panjang Soga Jawa (1920 – 1930), serta yang lain.

12. Air Terjun Lepo

Alamat: Desa Pokoh 1, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Sukarela
Operasional: 07.00 – 17.00 WIB
Telepon: 0813 2539 6505

Air Terjun Lepo (foto: yogyalagi.com)

Banyak yang mengatakan Air Terjun Lepo memiliki banyak kesamaan dengan Erawan Falls yang ada di Erawan National Park, Thailand. Keduanya sama-sama memiliki 3 air terjun dengan 4 kolam alami yang dapat dipakai untuk mandi dan berenang. Kolam-kolam tersebut dikelilingi tebing-tebing batu dengan bentuk dan susunan yang eksotis dan sangat indah untuk dilihat.

Keindahan air terjun dan pemandangan alam di sekelilingnya menjadi semakin lengkap dengan adanya sejumlah fasilitas yang disiapkan oleh pihak pengelola, seperti kamar mandi, tempat persewaan tikar dan pelampung, serta aula sederhana. Untuk mengisi perut pengunjung juga tidak repot, karena di sekitar lokasi wisata banyak dijumpai warung-warung yang menjual makanan dan minuman.

13. Desa Wisata Ketingan

Alamat: Dusun Ketingan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis, Sewa Homstay Rp.75.000/malam (3 kali makan)
Operasional: 24 Jam
Telepon: 0822-2789-386

Desa Wisata Ketingan (foto: retnamudiasih.com)

Begitu memasuki kawasan Desa Wisata Ketingan, wisatawan akan langsung disambut oleh suara ramai dari ribuan ekor burung Kuntul. Banyaknya burung Kuntul yang diperkirakan lebih dari 7000 ekor merupakan fenomena alam yang menarik, karena burung-burung tersebut mulai membangun habitatnya di Desa Ketingan selang beberapa hari setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X meresmikan gapura di desa tersebut. Selain itu, burung-burung Kuntul ini hanya mau membangun sarangnya di Desa Ketingan, dan tidak ada satu ekorpun yang bersarang di desa-desa yang ada di kanan-kirinya.

Disamping menikmati burung-burung Kuntul yang terbang lalu-lalang di udara, saat berkunjung ke desa Ketingan, wisatawan akan disuguhi keindahan panorama alam pedesaan beserta adat istiadat yang melingkupinya, serta aneka kesenian tradisional seperti Gejok Lesung, Pek Bung, Jathilan, serta yang lain. Terlebih pada bulan September, di desa ini setiap tahunnya secara rutin menggelar ritual Merti Bumi, sehingga wisatawan tidak hanya dapat menikmati berbagai macam kesenian tradisional, tapi juga dapat menyaksikan acara kirab dan  kenduri yang merupakan wujud rasa syukur dari masyarakat atas limpahan rejeki dari Sang Pencipta.

14. Gunung Nglanggeran

Alamat: Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Siang Rp.7.000, Malam Rp.9.000, Wisatawan Asing Rp.15.000
Operasional: 24 Jam
Telepon: 0818 0260 6050, 0818 0410 3999

Gunung Nglanggeran (foto: jogjapedia.net)

Gunung Nglanggeran adalah gunung api purba yang puluhan juta tahun lalu pernah aktif. Gunung ini wujudnya berupa deretan batu raksasa yang menyuguhkan pemandangan eksotik serta memiliki nama dan bentuk yang unik, sesuai dengan bentuknya, seperti Gunung Kelir, Gunung 5 Jari, dan Gunung Wayang.

BacaJuga:  10 Foto Kedung Pengilon Bantul Jogja, Misteri + Sejarah Wisata

Berada di puncak Gunung Nglanggeran yang dapat didaki dalam waktu 1 – 1,5 jam bakal memberikan kenikmatan tersendiri, karena di atas ketinggian akan dapat Anda saksikan indahnya awan yang seolah dapat kita gayuh, juga jajaran pegunungan, hamparan sawah yang hijau, serta perkampungan penduduk. Pada malam hari keindahan yang disajikan berbeda lagi, karena akan berubah menjadi gemerlap lampu yang ada di Yogyakarta yang tampak seperti ribuan kunang-kunang, serta kerlap-kerlip bintang di angkasa.

Sisi menarik dari Gunung Nglanggeran adalah adanya perkampungan kecil di puncak gunung ini yang hanya dihuni oleh 7 kepala keluarga. Jumlah Kepala keluarga yang ada tersebut tidak boleh bertambah maupun berkurang, sebab jika sampai berkurang atau lebih, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Itu sebabnya, jika ada anak mereka yang berkeluarga, maka harus meninggalkan perkampungan yang bernama Dusun Tlogo Mardhido tersebut.

15. Kalibiru

Alamat: Desa Hargo Wilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.3.000
Operasional: 24 Jam
Telepon: 0813-9294-7249

Kalibiru (foto: pegipegi.com)

Kalibiru adalah Desa Wisata yang dulu pernah tandus akibat pembalakan liar. Berkat kerja keras masyarakat setempat, Kalibiru yang dikenal sebagai salah satu tempat pertempuran antara  pasukan Pangeran Diponegoro dengan tentara Kompeni tersebut, kini menjelma menjadi ekowisata yang dilengkapi dengan berbagai sarana bagi para wisatawan yang berkunjung seperti, Flying fox, gardu pandang, tempat penjualan souvenir, serta penginapan.

Aktifitas seru yang dapat dilakukan di Kalibiru adalah tracking menuju ke bagian puncak. Pada saat melakukan tracking menyusuri jalan setapak diantara rimbun pepohonan, tidak jarang akan didapati hewan-hewan di tengah jalan, seperti Elang Jawa, Landak, Babi Hutan, atau bahkan Harimau Kumbang.

Jika sudah sampai di puncak, akan dapat Anda jumpai pohon pinus yang bagian atasnya diberi papan untuk tempat duduk. Jangan ragu untuk menaiki papat tersebut dengan menggunakan tangga gantung, karena dari tempat tersebut akan dapat Anda jumpai pemandangan yang keindahannya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

16. Kaliurang

Alamat: Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Hari Biasa Rp.2.000, Hari Libur Rp.3.000
Operasional: 24 Jam

Kaliurang (foto: rentalmobilyogyakarta.net)

Kawasan wisata yang berada di kaki Gunung Merapi ini sudah dikenal sebagai penebar pesona dengan keindahan alammya sejak awal abad XIX, yang ditandai dengan banyaknya bungalow yang dibangun para ahli geologi dari negeri Belanda. Saat inipun masih terdapat beberapa bangunan kuna yang berdiri megah dan memiliki nilai sejarah, seperti Wisma Kaliurang Pesanggrahan Dalem Ngeksigondo yang dulu pernah digunakan sebagai tempat dilangsungkannya Komisi Tiga Negara, serta Museum Ullen Sentalu yang memiliki koleksi benda-benda yang berhubungan dengan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan Jawa, utamanya yang terkait dengan putri Kraton Jogja dan Surakarta di abad XIX.

Kawasan Kaliurang juga dilengkapi dengan sejumlah tempat wisata, seperti Taman Rekreasi Kaliurang, Taman Wisata Plawangan Turgo dengan kolam renang Tlogo Putrinya, Bukit Pronojiwo dan Tlogo Muncar. Jika ingin tinggal lebih lama di Kaliurang, tersedia banyak penginapan mulai dari pesanggrahan, pondok wisata, bungallow sampai dengan Villa yang tarifnya beragam sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi anggaran.

17. Waduk Sermo

Alamat: Dusun Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.3.000
Operasional: 24 Jam

Waduk Sermo (foto; tempatwisataku.id)

Satu-satunya waduk yang ada di Yogyakarta ini berada di tengah-tengah kawasan perbukitan Menoreh dengan luas sekitar 157 hektar. Dengan lanskap yang berlatarbelakang bebukitan berhias pepohonan yang rindang, membuat Waduk Sermo menjadi tempat yang ideal untuk bersantai menikmati indahnya panorama, jogging, bersepeda, atau memancing.

Aktifitas lainnya yang menarik saat berkunjung ke tempat ini adalah mengelilingi kawasan perairan di seputaran waduk dengan menggunakan Rakit Bermesin. Terdapat pula “Omah Gulo Jowo” yang merupakan tempat untuk pemutaran film dokumenter tentang kehidupan sehari-hari para pengrajin gula jawa dengan durasi 30 menit. Di tempat ini juga dapat dilihat berbagai barang perlengkapan yang digunakan untuk mengambil nira bunga kelapa dan untuk pembuatan gula jawa. Fasilitas lainnya adalah Camping Ground, Prima Outbond, Sanggar Tari Anak, dan restoran “Gendhis Resto Sermo” yang lokasinya berdekatan dengan dermaga utama.

18. Museum Sandi

Alamat: JL. Faridan M Noto No.21, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Gondo Kusuman, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.3.000
Operasional: Senin – Jumat 08.30 – 15.00 WIB, Sabtu – Minggu 09.00 – 12.00 WIB
Telepon: (0274) 556921

Museum Sandi (foto: kejogja.com)

Museum ini menjadi sangat menarik karena merupakan satu-satunya museum di dunia yang memamerkan koleksi peralatan dan benda-benda untuk mengirimkan pesan rahasia atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Kriptografi.  Karena itu saat memasuki gedung berlantai dua yang menjadi lokasi museum, akan dapat Anda jumpai berbagai mesin sandi tua yang dulu pernah digunakan di beberapa negara seperti Amerika, Jerman, Vatikan, serta yang lain, termasuk mesin sandi buatan putra-putri Indonesia. Disamping itu juga dapat ditemui alat-alat sandi modern.

Selain mesin-mesin sandi, di museum ini juga dapat dilihat hall of fame atau ruang tokoh yang berisi patung dari orang-orang yang berjasa bagi dunia persandian Indonesia, gambar, foto dan peta yang berhubungan dengan sandi, ruang multimedia, ruang audio visual yang berisi pengetahuan tentang ilmu sandi mulai dari zaman Mesir Kuna sampai dengan saat ini, replika rumah dari kamar sandi pertama yang ada di Indonesia, serta Diorama yang menceritakan tentang aktifitas kurir sandi.

19. De Arca Statue Museum

Alamat: XT Square, JL. Veteran, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.50.000
Operasional: Selasa – Minggu 10.00 – 22.00 WIB, Senin Libur
Telepon: (0274) 380809

De Arca Statue Museum (foto: zhwart.xyz)

Tidak berbeda halnya dengan Museum Lilin Madam Tussaud, De Arca Statue Museum juga berisi koleksi patung dari tokoh-tokoh ternama di dunia dengan skala 1:1, sehingga bentuk dan ukurannya sama persis dengan tokoh aslinya. Bedanya, jika patung yang ada di Madam Tussaud dibuat dari lilin maka untuk patung yang tersimpan di museum patung pertama dan terbesar di Indonesia ini dibuat dari resin atau getah dari tumbuhan tertentu.

Patung-patung yang menjadi koleksi De Arca Statue Museum dibagi atas 3 zona, yaitu Zona Tokoh Nasional, Zona Tokoh Dunia dan Zona Presiden Dunia. Pada  Tokoh Nasional dapat dilihat patung RA Kartini, Cur Nyak Dhien, Jenderal Soedirman, Affandi, serta tokoh-tokoh lainnya. Pada Zona Tokoh Dunia dapat dijumpai patung Jacky Chan, Gandhi, Dalai Lama, Christiano Ronaldo, para Super Hero yang tergabung dalam The Avengers, dan tokoh dunia lainnya. Sedang pada Zona Presiden Dunia terdapat patung Soekarno, Gus Dur, BJ. Habibie, Ratu Elizabeth, serta yang lain.

Pengunjung yang datang ke museum ini tidak hanya dapat melihat koleksi-koleksi patung yang dipamerkan, tapi juga dapat berfoto bersama  patung-patung resin yang dibuat oleh seniman ternama Jogja, Dunadi.

20. Monumen Jogja Kembali

Alamat: JL. Ringroad Utara, Dusun Jongkang, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.10.000
Operasional: Selasa – Minggu 08.00 – 16.00 WIB, Senin Libur
Telepon: (0274) 868225

Monumen Jogja Kembali (foto: visitingjogja.com)

Monumen Jogja Kembali dibangun untuk mengenang peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret, dimana pasukan TNI mampu memukul mundur tentara Belanda dan berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam. Melalui peristiwa tersebut dunia mengakui bahwa negara Republik Indonesia masih ada.

Di dalam Monumen Jogja Kembali pengunjung dapat melihat nama 420 pejuang yang gugur selama Agresi Militer Belanda II antara 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Terdapat pula empat ruang museum yang memamerkan 1.000 lebih koleksi yang berkaitan dengan peristiwa 1 Maret, termasuk seragam Tentara Pelajar dan Tandu yang digunakan untuk mengangkat Jenderal Soedirman saat memimpin perang gerilya.

21. Sendang Sriningsih

Alamat:, Dusun Jali, Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: 24 Jam
Telepon: 08220-2508-1258

Sendang Sriningsih (foto: sesawi.net)

Sendang Sriningsih memiliki arti danau yang menjadi perantara rahmat Tuhan kepada umatnya. Nama tersebut merujuk dari kepada keberadaan air sendang yang dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakitdan keberadaan Goa Maria setinggi 4 meter di kawasan lokasi tersebut.

Selain itu, sendang yang ditemukan pada tahun 1934 ini, sebanyak sembilan kali dalam setahun tepatnya pada setiap malam Jumat Kliwon yang dipercaya sebagai hari keramat oleh masyarakat Jawa, dihadiri oleh umat Katholik utamanya yang berdomosili di wilayah Prambanan dan sekitarnya untuk berziarah.

Pada saat itu tidak kurang dari 3000 umat Katholik yang berziarah di Sendang Sriningsih melakukan ritual dengan mengilkuti rute Jalan Salib. Di sepanjang rute Jalan Salib tersebut peziarah akan mendapati relief-relief yang berkisah tentang perjalanan Yesus saat memanggul kayu salib. Rute tersebut berakhir di sebuah buklit yang terdapat patung Yesus yang terpaku di salib berukuran besar yang diberi nama sama dengan tempat Yesus disalon, yaitu Bukit Golgota.

22. Museum Sasmitaloka Sudirman

Alamat:, JL. Kapten Laut Samadikun, Kelurahan Gunungketur, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: Senin – Jumat 08.00 – 14.00 WIB, Sabtu – Minggu Tutup
Telepon: (0274) 376663

Museum Sasmitaloka Sudirman (foto: alinsa-2007.blogspot.co.id)

Gambaran tentang kehidupan Panglima Besar Jenderal Soedirman akan terekam lebih utuh saat memasuki Museum Sasmitaloka Sudirman, karena gedung yang dibangun pada tahun 1890 yang saat ini dijadikan museum merupakan tempat tinggal Soedirman bersama istri dan anak-anaknya. Tidak hanya sekedar menempati rumah Panglima Besar tersebut, tapi juga menata ruangan yang ada di dalamnya, menjadi sama persis dengan saat ditempati Soedirman dan keluarganya, termasuk benda-benda yang mengisi ruangan tersebut adalah benda-benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dari Jenderal pertama dan termuda di Indonesia ini.

Selain itu di lokasi museum juga dapat dilihat berbagai macam koleksi yang berhubungan langsung dengan Jenderal Soedirman, seperti foto-foto dan literatur, lukisan, kendaraan (tandu, dokar dan mobil Chevrolet buatan tahun 1940), tongkat, baju sehari-hari dan pakaian militer, serta 3 Diorama yang menceritakan Jenderal Soedirman saat memimpin Perang Gerilya, memimpin Agersi Militer Belanda II dan  saat bertugas di markas gerilya Sobo Pacitan.

23. Sasana Wiratama

Alamat:, JL. HOS Cokroaminoto TR III/430, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: Senin – Kamis 08.00 – 14.00 WIB, Jumat – Sabtu – Minggu 08.00 – 13.00 WIB, Minggu Tutup
Telepon: (0274) 622668

Sasana Wiratama (foto: alinsa-2007.blogspot.co.id)

Sasana Wiratama merupakan monumen sekaligus museum untuk mengenang kebesaran nama Pangeran Diponegoro yang menempati bangunan yang dulu menjadi tempat tinggal Pangeran Diponegoro. Terdapat lebih dari 100 koleksi yang berupa benda-benda yang berhubungat erat dengan Pangeran Diponegoro, seperti tempat wudlu Pangeran Diponegoro berupa padasan dari China yang dibuat tahun 1800, kereta kuda, dan tembok belakang rumah yang digunakan Pangeran Diponegoro untuk meloloskan diri dari kepungan tentara kompeni.

Terdapat pula berbagai koleksi batu akik dan alat rumah tangga buatan tahun 1700an seperti tempat sirih dan kecohan (tempat membuang ludah), canthing, kacip, bokor, teko “bingsing“ serta yang lain. Beberapa jenis senjata asli yang digunakan laskar Pangeran Diponegoro juga dapat disaksikan di sini, seperti keris, tombak, pedang, patrem (senjata prajurit perempuan),  panah, bandil (seperti martil), dan candrasa (berbentuk tusuk konde).

24. Candi Ijo

Alamat:, Bukit Ijo, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: 07.00 – 16.00 WIB

Candi Ijo (foto: yukpiknik.com)

Karena lokasinya berada di tempat yang paling tinggi di Yogyakarta, tepatnya di Gumuk Ijo atau Bukit Hijau, membuat para wisatawan yang berkunjung ke sini tidak hanya dapat melihat wujud dari bangunan peninggalan abad IX ini saja, tapi juga keindahan pemandangan yang terhampar di bawahnya.

Kompleks candi sendiri tersusun atas 17 struktur bangunan dalam bentuk 11 teras berundak. Di dalam bangunan candi Hindu tersebut dapat ditemui beberapa buah arca dan relief-relief yang indah dan penuh makna, juga dua buah prasasti dari batu yang bertuliskan mantra-mantra.

25. Candi Barong

Alamat:, Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: 07.00 – 16.00 WIB

Candi Barong (foto: gudeg.net)

Relief Kalabarong yang sedang tersenyum di setiap sisinya merupakan ciri khas dari candi kembar yang didirikan sebagai tempat untuk memuja Dewa Wisnu serta Dewi Sri ini. Candi Barong yang dibangun sekitar abad IX – X sebenarnya memiliki nama Candi Suragedug, tetapi karena di setiap sisinya terdapat hiasan barong atau kala yang sedang tersenyum, membuat candi ini lebih populer dengan sebutan Candi Barong. Terdapat pula ornamen unik berbentuk raksasa kerdil yang disebut Ghana yang seolah sedang menopang relung candi.

26. De Mata Trick Eye Museum

Alamat: XT Square, Gedung Umar Kayam Lantai Basement, JL. Veteran, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.50.000
Operasional: Selasa – Minggu 10.00 – 22.00 WIB, Senin Libur
Telepon: (0274) 380809

De Mata Trick Eye Museum (foto: tourjogjamasjo.com)

Menempati ruang berlabirin dengan luas 1600 meter2, De Mata Trick Eye Museum menghadirkan 120 gambar super besar 3 Dimensi yang sangat menarik untuk dijadikan sebagai latar belakang foto.

Sepintas lalu gambar-gambar yang memenuhi ruangan ini seolah tidak berbeda jauh dengan gambar-gambar pada umumnya. Namun begitu dijadikan latar belakang foto, hasilnya mencengangkan dan sangat luar biasa, karena model foto seolah-olah menyatu dengan gambar yang menjadi latar belakangnya.

27. Pantai Nglambor

Alamat: Dusun Ngandong, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Tiket Masuk Rp.5.000, Sewa Alat Snorekeling Rp.35.000 – Rp.50.000
Operasional: 24 Jam
Telepon: 0821-3469-2388

Pantai Nglambor (foto: cakrawalatour.com)

“Watu Kalong” dan “Watu Kuntul”, kedua karang berbentuk kura-kura raksasa itulah yang membuat Pantai Nglambor sangat indah saat dilihat dari daratan dan dinikmati dari bawah permukaan air, karena kedua karang raksasa itu pula yang membuat terumbu karang dan biota laut terlindungi dari hempasan ombak besar.

Saat berkunjung ke Pantai Nglambor, keindahan pantai yang berpagar bebukitan dengan pepohonan yang rimbun bakal menjadi suguhan awal begitu menginjakkan kaki di pasirnya yang bersih. Suguhan berikutnya bakal lebih dahsyat lagi jika melanjutkan aktifitas dengan  menyewa peralatan snorkeling dan menjelajah akuarium alam yang tersaji di bawah permukaan air.

28. Pantai Jogan

Alamat: JL. Pantai Siung, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.5.000
Operasional: 24 Jam

Pantai Jogan (foto: telusurindonesia.com)

Dengan lokasi tersembunyi diantara perbukitan Karst yang ada di bagian Selatan wilayah Gunungkidul membuat Pantai Jogan belum begitu populer sehingga relatif sepi dari pengunjung. Padahal sensasi alam yang tersaji di sini sangat menakjubkan berupa air terjun yang tercurah langsung ke bibir pantai, mirip dengan McWay Beach Waterfall yang ada di California, Amerika Serikat.

Pengunjung juga dapat menikmati guyuran air yang tercurah dari air terjun tersebut jikamau sedikit bersusah payah dengan turun dari atas tebing menuju bagian bawah. Terdapat kayu-kayu yang disiapkan untuk berpegangan dan menopang tubuh jika berniat hendak turun, karena jalan yang harus dilalui memang curam dan licin. Setelah melewati tebing yang curam, satu lagi yang harus dilalui yakni batu-batu karang yang menjadi tempat hidup ribuan anak kepiting.

BacaJuga:  10 Foto Isi Museum Ullen Sentalu Jogja, Harga Tiket Masuk, Sejarah + Alamat Kaliurang

29. Pantai Sadranan

Alamat: Dususn Pule Gundes II, Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Tiket Masuk Rp.10.000, Sewa Alat Snorekeling Rp.50.000
Operasional: 24 Jam

Pantai Sadranan (foto: piknikasik.com)

Sama halnya dengan Pantai Nglambor, keindahan pantai berpasir putih dengan pagar bebukitan dan pohon-pohon yang rindang menjadi suguhan awal bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke Panrai Sadranan. Suguhan berikutnya akan dapat dinikmati begitu menjelajah alam bawah lautnya yang memiliki keindahan luar biasa.

Berbeda dengan Pantai Nglambor yang akuarium alamnya dapat dinikmati setiap saat, Pantai Sadranan dengan ombaknya yang besar hanya dapat dipakai snorkeling pada saat air laut sedang surut, yakni pada pagi atau sore hari. Jika kesempatan tersebut bisa Anda dapatkan, pada saat menjelajah terumbuh karang yang membentang di sepanjang bibir pantai akan membuat Anda terpukau dengan keindahan yang dipertontonkannya, termasuk ikan dan habitat lautnya yang beraneka macam.

30. Pantai Drini

Alamat: Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.10.000
Operasional: 24 Jam

Pantai Drini (foto: wisatatempat.com)

Dinamakan Pantai Drini karena di tengah laut tidak jauh dari kawasan pantai terdapat sebuah Pulau yang banyak ditumbuhi tanaman drini atau santigi. Pulau ini membagi pantai menjadi dua kawasan, satu kawasan berada di sisi sebelah Barat dengan ombaknya yang besar dan digunakan para nelayan untuk berangkat mencari ikan, sedang kawasan sebelah Timur pulau memiliki ombak yang tenang dan menjadi tempat favorit para wisatawan.

Pantai yang berada di sisi Timur pulau ini berpagar karang, sehingga di kawasan pantai banyak ditemui laguna dengan bentuknya yang unik dan cantik. Laguna-laguna itulah yang dapat dimanfaatkan sebagai bath tub alam untuk mandi dan berendam di air laut yang hangat dan jernih.

31. Taman Sari

Alamat: JL. Taman Desa Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Wisatawan Lokal Rp.3.000, Wisatawan Asing Rp.7.000
Operasional: 08.00 – 14.00 WIB

Taman Sari (foto: anekatempatwisata.com)

Taman Sari merupakan landmark yang dibangun Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1758 – 1765 sebagai tempat rekreasi keluarga kerajaan sekaligus digunakan untuk benteng pertahanan. Menempati lahan seluas 10 hektar, Taman Sari memiliki 57 buah bangunan yang terdiri atas gedung-gedung berarsitektur Jawa, China, Eropa, Islam, Hindu, dan Buddha, Kolam Pemandian, Taman, Danau dan Pulau Buatan, Kanal,  Jembatan Gantung, dan Lorong Bawah Tanah.

Istana Taman Sari terbagi atas 4 kompleks yaitu: “Danau Buatan” yang dilengkapi 2 Pulau ( Pulau Kenongo dan Cemethi) dan Jembatan Gantung, “Pemandian Umbul Binangun”, “Pesarean Ledok Sari” dan “Kolam Garjitawati”.

32. Taman Pintar

Alamat: JL. Panembahan Senopati No.1-3, Kelurahan Gondomanan, Kecamatan Ngipasan, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Anak-anak Rp.10.000, Dewasa Rp.18.000
Operasional: Selasa – Minggu 08.30 – 16.00 WIB, Senin Tutup
Telepon: (0274) 583631

Taman Pintar (foto: tripadvisor)

Taman Pintar adalah wahana rekreasi yang bernuansa edukasi, sehingga sangat pas jika digunakan sebagai tempat berlibur bagi anak-anak. Berbagai macam permainan yang menarik sekaligus mendidik dapat dijumpai di sini, seperti Air Menari, Pipa Bercerita, Dinding Berdendang, Forum Batu,   Parabola Berbisik, Tapak Pintar, Rumah pohon, Jembatan Goyang, Sistem Katrol, Cakram Spektrum Warna, Istana Pasir, Jungkat-jungkit, dan masih banyak lagi wahana permainan yang lain.

Selain berbagai macam permainan edukatif, di Taman Pintar juga terdapat Zona PAUD,  Gedung Oval, Dome Area, dan Gedung Kotak yang kesemuanya menghadirkan berbagai macam informasi dan pengetahuan yang dikemas dalam nuansa rekreatif.

33. Embung Batara Sriten

Alamat: Dusun Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.3.000
Operasional: 05.00 – 18.00 WIB

Embung Batara Sriten (foto: piknikasik.com)

Nama Embung Batara Sriten sepintas lalu memberi kesan nama-nama Batara atau Dewa-dewi yang terdapat dalam dunia pewayangan. Padahal Embung atau danau buatan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan tokoh-tokoh pewayangan. Kata Batara Sriten diambil dari nama lokasi embung yaitu Pegunungan Batureagung Utara yang disingkat Batara sedang Sriten adalah nama dusunnya.

Embung Batara Sriten merupakan retention basin yang merupakan sarana untuk mencegah kelangkaan air serta kawasan agrowisata buah yang sistem pengairannya dengan memanfaatkan air hujan yang ditempatkan pada embung.

Karena lokasinya berada di ketinggian, yakni sekitar 859 meter dpl, pengunjung yang datang ke sini akan disambut dengan udara yang sejuk dan dingin, serta keindahan alam yang terhampar di bawahnya berupa landscap kota Klaten beserta Rawa Jombor, Kota Yogyakarta dengan Gunung Merapinya, serta deretan Pegunungan Gunung Kidul yang tertutup kabut tipis.

Selain menikmati keindahan alam, pengunjung yang datang ke sini juga dapat berziarah di Makam Tiban yang konon merupakan Petilasan Syech Wali Jati atau menjelajah dirgantara dengan menggunakan paralayang.

34. Istana Ratu Boko

Alamat: Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Anak-anak Rp.10.000, Dewasa Rp.25.000, Wisatawan Asing USD 13
Operasional: 06.00 – 17.00 WIB

Istana Ratu Boko (foto: gateofjava.wordpress.com)

Bangunan megah yang didirikan pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran sekitar abad ke-8 ini sebenarnya memiliki nama Abhayagiri Vihara dan merupakan tempat untuk menyepi atau menjalankan laku ritual. Berdiri di atas lahan seluas 2.500 meter2, Istana Ratu Boko memiliki keunikan jika dibanding dengan peninggalan bersejarah seperti candi dan kuil. Layaknya sebuah istana, bangunan  ini dilengkapi tiang dan atap dari batu, gapura, sumur dan juga gua.

Istana Ratu Boko terdiri atas 4 bagian. Pada bagian tengah dapat ditemui bangunan gapura utama, Candi Pembakaran, Kolam, Lapangan, Paseban dan Batu Berumpak. Pada bagian Tenggara  terdapat Pendopo, Balai-balai, Kompleks Keputran, Kolam dan 3 candi. Bagian Timur dihiasi Stupa Buddha dan Kompleks Gua. Sedang bagian Barat berupa Perbukitan.

35. Museum Affandi

Alamat: JL. Laksda Adi Sucipto No.167, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Anak-anak Rp.10.000, Dewasa Rp.20.000, WNA Rp.50.000, Kamera Rp.20.000, Kamera HP Rp.10.000
Operasional: Senin – Sabtu 09.00 – 16.00 WIB, Minggu Tutup
Telepon: (0274) 562593

Museum Affandi (foto: tripadvisor)

Kompleks museum Sang Maestro kelas dunia ini terbagi atas 3 galeri yang berisi karya-karya agung dari Affandi, alat transportasi yang dia gunakan semasa masih hidup, serta sanggar melukis anak-anak.

Sanggar I berisi sejumlah lukisan Affandi saat awal dia mulai berkarya hingga karya-karya yang dihasilkan menjelang akhir hayatnya pada 23 Mei 1990. Lukisan-lukisan yang sebagian besar hanya berupa karya reproduksi tersebut ditempatkan dalam ruangan berbentuk melengkung. Di tempat ini juga dapat dilihat mobil Colt Gallant tahun 1976 dan Sepeda Onthel yang menjadi alat transportasi Sang Maestro.

Sanggar II menempati 2 lantai yang berisi lukisan-lukisan dari para pelukis lain, baik yang masih pemula maupun yang sudah senior. Pada lantai I diisi lukisan-lukisan bergaya abstrak, sedang lantai 2 menyimpan koleksi lukisan bercorak realis.

Untuk sanggar 3 bangunannya berbentuk melengkung dengan bentuk menyerupai daun pisang dan memiliki multifungsi. Untuk lantai dasar berfungsi sebagai tempat belajar melukis bagi anak-anak yang diberi nama “Sanggar Gajah Wong” serta sebagai ruang pameran. Sedang lantai dua fungsinya untuk perbaikan dan perawatan lukisan.

36. Museum Sonobudoyo

Alamat: JL. Pangurakan No.6, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Anak-anak Rp.2.500, Dewasa Rp.3.000, WNA Rp.5.000
Operasional: Selasa – Minggu 08.00 – 15.30 WIB, Senin Tutup
Telepon: (0274) 385664

Museum Sonobudoyo (foto: pakettourjogja.com)

Museum Sonobudaya adalah museum seni dan budaya terbesar kedua di Indonesia setelah Museum Nasional. Umure dari museum ini sudah cukup tua, karena diresmikan dan difungsikan penggunaannya oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada 6 November 1935.

Terdapat 43.000 benda yang menjadi koleksi Meseum Sonobudoyo, yang terbagi atas 10 kategori, yaitu Koleksi Geologika, Biologika, Etnografika,  Arkeologi, Numismatika/Heraldika, Historika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa, dan Teknologika.

Sejumlah fasilitas juga melengkapi museum ini diantaranya: Auditorium, Perpustakaan, Ruang Laboratorium dan Atraksi Wayang Kulit setiap hari pada pukul 20.00 – 22.00 WIB, kecuali hari libur.

37. Candi Tara

Alamat: JL. Raya Jogja – Solo Km.13, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: 09.00 – 16.00 WIB

Candi Tara (foto: arizkyyp.blogspot.co.id)

Peninggalan umat Buddha tertua di Yogyakarta ini dibangun sekitar tahun 778 Masehi sebagai bentuk penghargaan atas pernikahan Dyah pramudya Wardhani dari Wangsa Syailendra dengan Pancapana dari Dinasti Sanjaya. Konseptor yang membangun candi ini sama dengan konseptor yang membuat Borobudur yaitu Rakai panangkaran.

Candi Tara yang lebih populer dengan sebutan Candi Kalasan karena berada di daerah Kalasan ini memiliki tinggi 34 meter berbentuk bujur sangkar dengan setiap sisinya berukuran 45 meter. Secdara vertikal banguna candi terdiri atas kaki, tubuh dan atap candi. Di sekeliling kaki candi terdapat relief-relief berbentuk suluran-suluran yang keluar dari pot.

38. Candi Sambisari

Alamat: Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: 09.00 – 16.00 WIB

Candi Sambisari (foto: yogyes.com)

Candi yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Garung sekitar tahun 812 – 838 Masehi ini terdiri dari 1 buah candi induk serta 3 buah candi pendamping yang dikelilingi 2 pagar dan terdapat 8 lingga patok yang tersebar di berbagai sudut. Candi Sambisari cukup unik jika dibandingkan dengan candi-candi lainnya, karena pada bagian kaki candi dibiarkan polos tanpa relief sama sekali, sementara bagian tubuh hingga puncak candi dipenuhi dengan relief-relief bermotif batik yang tidak dijumpai pada candi-candi yang lain.

Candi Sambisari baru diketemukan pada tahun 1966 dan butuh waktu rekonstruksi selama 21 tahun untuk dapat mengembalikan wujud candi tersebut seperti semula, meski ada beberapa bagian dari candi yang tidak dapat dikembalikan utuh karena sudah hancur termakan zaman, seperti salah satu pagar yang masih belum dipugar secara sempurna.

39. Taman Pelangi

Alamat: Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: 09.00 – 16.00 WIB

Taman Pelangi (foto: sewamobiljogja.my.id)

Nikmati malam yang penuh cahaya dengan berkunjung ke Taman Pelangi yang berlokasi di pelataran Monjali (Monumen Jogja Kembali). Di sini akan dapat Anda jumpai lampion dengan humlah yang banyak dan memiliki ukuran serta bentuk yang bermacam-macam, mulai dari yang berbentuk tulisan, tumbuhan, binatang, tokoh-tokoh kartun sampai dengan bentuk wajah para pemimpin Indonesia. Lampion-lampion tersebut ditata dengan variatif, ada yang ditempel di dinding, ditanam, digantung dan dibuat berbaris.

Selain menikmati lampion-lampion yang bertebaran di sana-sini, pengunjung juga dapat menikmati berbagai macam wahana yang tersedia seperti Becak mini, Trampoline, Bola Air, Speed Boat, Perahu Dayung, Bom-bom Car, Kereta Safari, Puri hantu, dan masih banyak lagi permainan yang lain.

40. PASTY

Alamat: JL. Bantul Km.1 No.141, Kelurahan Gedungkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Gratis
Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

PASTY (foto: yogyatrip.com)

PASTY merupakan kependekan dari Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta. Meski disebut pasar, tempat ini jauh dari kesan becek, kotor dan kumuh. Sebaliknya, kios-kios yang mengisi tempat tersebut tertata dengan rapi dan dikelompokkan berdasarkan jenis satwa yang dijual. Tidak heran jika PATSY cukup menarik perhatian para wisatawan untuk datang ke sini, karena selain dapat menikmati kebun binatang mini dengan gratis, mereka juga dapat membeli berbagai jenis binatang yang dijual.

Selain penggemar binatang, para pecinta tanaman hias juga bakal betah berlama-lama di PATSY, karena di seberang zona satwa dapat ditemui puluhan kios yang menawarkan berbagai macam tanaman hias, seperti anggrek, kaktus, chrysant, anthurium, berbagai jenis mawar, serta yang lain.

Tidak hanya aktifitas jual beli satwa dan tanaman hias saja yang menjadi sisi kelebihan dari PATSY, tapi juga adanya area khusus untuk menggelar berbagai macam festival dan kompetisi satwa seperti festival burung berkicau, lomba adu cepat burung merpati, dan sebagainya. Bagi pengunjung yang ingin beristirahat, tersedia gazebo-gazebo di beberapa sudut pasar, yang dapat dipakai untuk melemaskan kaki sambil mendengarkan kicauan burung yang bersahut-sahutan.

41. Museum Gunung Merapi

Alamat: JL. Kaliurang Km.22, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Tiket Masuk dan Film Rp.8.000
Operasional: Selasa – Minggu 08.00 – 15.30 WIB, Senin Tutup
Telepon: (0274) 896498

Museum Gunung Merapi (foto: yogyakarta.panduanwisata.id)

Dengan bentuk bangunan yang artistik berlatarbelakang Gunung Merapi, museum berlantai 2 yang berdiri sejak tahun 2010 ini akan menghadirkan suasana yang hampir sama dengan kejadian meletusnya Gunung Merapi pada tahun 1969, 1994, dan 2006 lewat replika sebaran awan panas, aliran lava pijar serta suara yang bergemuruh memenuhi ruangan.

Pengunjung juga dapat melihat display tipe letusan gunung berapi, foto-foto Gunung Merapi dari waktu ke waktu, koleksi batuan Gunung Merapi sejak tahun 1930 dan benda-benda sisa-sisa letusan tahun 2006. Setelah puas melihat-lihat koleksi yang dimiliki museum, pengunjung dapat menyaksikan film berdurasi 24 menit yang menceritakan 2 sisi Gunung Merapi. Dalam film yang berjudul Mahaguru Merapi tersebut akan dapat disaksikan peran dari Gunung Merapi yang memberikan kehidupan dan kesuburan bagi makhluk hidup di sekitarnya, namun di sini lain juga dapat menjadi ancaman bagi kehidupan lewat lahar dingin yang dialirkannya.

42. Air Terjun Sri Gethuk

Alamat: Desa Bleberan, Kecamatan Plyen, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Tiket Terusan dengan Gua Rancang Kencono Rp.35.000
Operasional: 07.00 – 17.00 WIB
Telepon: 0853-3400-5700, 0813-2821-6842

Air Terjun Sri Gethuk (foto: komiqu.com)

Pesona Grand Canyon yang ada di Arizona, Amerika, bisa Anda dapatkan di sini. Air Terjun Sri Gethuk yang aliran airnya tidak mengenal musim juga diawali dari aliran air sungai berwarna hijau tosca yang membelah ngarai berpagar bebatuan, sebelum akhirnya jatuh terhempas dari ketinggian tebing terjal.

Ketinggian Air Terjun Sri Gethuk sebenarnya hanya sekitar 25 meter. Namun karena aliran airnya yang cukup deras dan terlebih dahulu melewati undakan-undakan batu sebelum jatuh ke bawah, membuat pemandangan yang disajikannya begitu menawan. Jatuhnya air yang terlebih dahulu melewati undakan batu tersebut juga membuat air terjun ini aman untuk dipakai berenang dan berendam sambil menikmati keindahan alam di sekelilingnya.

43. Gua Rancang Kencono

Alamat: Desa Bleberan, Kecamatan Plyen, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Tiket Terusan dengan Gua Rancang Kencono Rp.35.000
Operasional: 07.00 – 17.00 WIB
Telepon: 0853-3400-5700, 0813-2821-6842

Gua Rancang Kencono (foto: spotunik.com)

Keberadaan Pohon Klumpit (Terminalia Edulis) di area gua yang usianya diperkirakan lebih dari 2 abad semakin menegaskan bahwa Gua Rancang Kencono telah ada sejak zaman pra-sejarah. Goa yang memiliki ruangan luas ini menurut buku “Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta” pernah menjadi tempat persembunyian, pertemuan dan penyusunan rencana dan strategi perang dari Laskar Mataram yang hendak merebut kembali Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dari tangan Belanda.

BacaJuga:  10 Gambar Kebun Binatang Gembira Loka Zoo Jogja + Harga Tiket Masuk Wisata dan Jam Buka

Daya tarik dari Goa Rancang Kencono tidak hanya karena usianya yang sudah tua dan memiliki ruangan yang lapang, tapi juga dari stalaktit-stalaktit yang menghiasi langit-langit gua. Selain itu, jika diperhatikan dengan seksama, gua ini akan menebarkan aroma mistis sekaligus eksotis.

44. Pantai Baru

Alamat: Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.3.000
Operasional: 24 Jam
Telepon: 0812-1562-8134

Pantai Baru (foto: kisahfoto.com)

Meski tidak setenar Parangtritir, Pantai Baru memiliki daya pesona tersendiri lewat suasana teduh yang dihadirkan pohon-pohon cemara udang dan sejuknya angin  laut, sehingga saat berkunjung ke pantai ini, wisatawan akan merasakan suasana yang tenang dan nyaman.

Keunikan lainnya yang disuguhkan adalah banyaknya kincir-kincir angin yang berdiri di kawasan sekitar pantai. Kincir-kincir angin tersebut tidak hanya membawa ingatan pengunjung akan Negeri Belanda, tapi juga merupakan objek yang menarik untuk dijadikan latar belakang foto.

Kincir-kincir angin tersebut merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) bantuan dari Kementrian Riset dan Tekhnologi (Kemenristek) tahun 2010, yang merupakan proyek uji coba pembangkit listrik tenaga alternarif. Selain digerakkan oleh angin, pembangkit listrik ini juga memanfaatkan tenaga matahari serta biogas dari kotoran sapi. Melalui PLTH tersebut, kebutuhan listrik masyarakat di kawasan Pantai Baru dapat tercukupi.

45. Pantai Indrayanti

Alamat: Dusun Ngasem, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.10.000
Operasional: 24 Jam

Pantai Indrayanti (foto: katalogwisata.com)

Hamparan pasir putih yang terlihat bersih, birunya air laut yang jernih, karang yang membentang serta ombak laut yang tenang dan aman untuk diarungi, menjadi sajian menarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke pantai ini.

Tidak hanya wisata pantai saja yang menjadi suguhan, tapi juga wisata kuliner yang dapat dinikmati di kawasan pantai lewat berbagai olahan laut seperti Ikan Kerapu, Ikan Kakap, Cumi-cumi, Ikan Cakalang, Udang, Kepiting, dan sebagainya. Bahkan, keberadaan wisata kuliner ini pula yang membuat pantai ini populer dengan sebutan Pantai Indrayanti.

Sebenarnya oleh pemerintah pantai ini diberi nama Pantai Pulang Sawal atau Pantai Pulsa. Namun karena ada cafe dan resto yang memasang papan nama “Indrayanti” sesuai dengan nama pemiliknya, justru nama tersebut yang lebih akrab di telinga para wisatawan, sehingga pantai ini lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti.

Tidak hanya pada siang hari saja pantai ini banyak didatangi para pengunjung. Saat malampun tidak kalah meriah, karena di sekitar kawasan pantai banyak berdiri penginapan dan restoran. Bahkan tidak sedikit para wisatawan yang sengaja memilih datang pada malam hari bersama pasangan, untuk dapat menikmati santap malam yang romantis di bawah gazebo atau rumah panggung yang ada di tepi pantai.

46. Pantai Baron

Alamat: Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.10.000
Operasional: 24 Jam

Pantai Baron (foto: sewamobiljogja.info)

Nama “Baron” yang diberikan pada pantai ini, konon merujuk dari nama bangsawan Eropa dalam cerita Ketoprak, “Baron Sekeber” yang memiliki kesaktian tinggi dan pernah bertarung melawan Panembahan Senopati yang dikenal sebagai pendiri Kesultanan Mataram. Cerita “Baron Sekeber” tersebut lantas dihubungkan dengan peristiwa tahun 1930-an, dimana pada waktu itu daerah di sekitar pantai ini digunakan oleh tentara Kompeni untuk menyimpan senjata. Karena warga lokal banyak melihat lalu lalang orang Belanda di kawasan pantai, membuat pantai tersebut diberi nama tokoh dalam cerita Ketoprak, yaitu “Pantai Baron”.

Daya tarik yang disuguhkan Pantai Baron terdapat pada pemandangan sekelilingnya yang berupa pantai berpasir putih kecoklat-coklatan berbentuk huruf “U” yang diapit barisan 2 dinding karang di kedua sisinya. Keindahan tersebut semakin sempurna dengan hadirnya puluhan kapan di sepanjang pantainya yang menunggu datangnya air pasang untuk melaut.

Tidak hanya itu, di sisi sebelah Barat juga terdapat aliran air sungai sepanjang beberapa ratus meter yang muaranya tepat berada di pinggir pantai. Pertemuan antara air tawar dengan air laut tersebut menyuguhkan pemandangan unik yang menarik untuk dilihat.

47. Pantai Sundak

Alamat: Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.10.000
Operasional: 24 Jam

Pantai Sundak (foto: tripadvisor)

Pasir yang putih bersih, air laut yang biru jernih dan gugusan karang setinggi kurang lebih 12 meter membuat Pantai Sundak terlihat cantik dan eksotis. Batu-batu karang kecil yang terhampar di sepanjang pantai sejauh 40 meter menuju ke laut membuat bibir pantai relatif dangkal sehingga dapat digunakan untuk aktifitas berenang, meski harus tetap hati-hati dan tidak terlalu ke tengah mengingat besarnya ombak laut selatan.

Menikmati Pantai Sundak pada malam hari juga tidak kalah menarik, karena di sekitar pantai, pengunjung dapat mendirikan tenda-tenda atau menyewa gubuk-gubuk kecil hanya seharga Rp.10.000 – Rp.20.000. Sembari menghabiskan malam, pengunjung bisa membeli ikan mentah sekaligus dengan kayu bakarnya pada penduduk setempat, atau langsung memesan ikan bakar jika tidak mau sedikit bersusah payah, dan nikmati santap malam yang romantis di tepi pantai dengan ditemani deburan ombak dan kerlap-kerlip bintang di angkasa.

48. Gua Jomblang

Alamat: Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Paket Wisata Rp.450.000/orang
Operasional: 08.00 – 14.00 WIB
Telepon: 0818-629-901

Gua Jomblang (foto: inovasee.com)

Menjelajah lokasi yang belum banyak terjamah manusia tentu memberikan sensasi tersendiri yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Hal itulah yang bakal Anda rasakan saat menyusuri Gua Jomblang. Dengan biaya paket tour sebesar Rp.450.000 perorang ditambah keharusan memiliki kemampuan Tekhnik Tali Tunggal atau SRT (Single Rope Technique) membuat tidak banyak wisatawan yang memiliki kesempatan untuk memasuki gua vertikal dengan tipe collapse doline ini. Padahal apa yang tersaji di dalam gua, akan membuat siapapun membelalakkan mata, terbawa oleh rasa takjub.

Begitu memasuki sinkhole atau sumuran atau mulut gua yang luasnya sekitar 50 meter2, Anda akan menjumpai pemandangan yang bertolakbelakang dengan kondisi di luar gua. Jika di luar gua yang terlihat adalah perbukitan karst serta pohon-pohon jati yang meranggas, maka di dasar gua yang tampak justru hutan yang hijau dengan pohon-pohon besar yang tumbuh rapat, berhiaskan semak, tumbuhan paku-pakuan serta lumut. Hutan yang kondisinya berbeda dengan yang ada di permukaan tanah tersebut dikenal dengan sebutan Hutan Purba.

Pemandangan menakjubkan lainnya yang dapat ditemui di dasar gua adalah aliran sungai bawah tanah yang memiliki suara bergemuruh, batu-batu berbentuk kristal yang menjadi ornamen dinding gua, serta stalaktit dan stalagmit.

49. Cave Tubing Kalisuci

Alamat: Dusun Jetisa Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Tiket Rp.5000, Paket Wisata Rp.70.000/orang Minimal 5 Orang
Operasional: 08.00 – 16.00 WIB
Telepon: 0877-3879-4513, 0878-3974-0730, 081-7412-2826

Cave Tubing Kalisuci (foto: lookjogja.blogspot.co.id)

Cave tubing adalah petualangan yang menggabungkan aktivitas caving atau susur gua dengan body rafting yang di dunia hanya terdapat di 3 tempat yaitu, di New Zealand, Mexico, dan di Gunung Kidul Yogyakarta.

Wisatawan yang mengikuti paket cave tubing terlebih dahulu akan dibekali dengan helm, life jacket serta beberapa peralatan lainnya yang dipasangkan di tubuh guna menjaga keselamatan selama menyusuri arus sungai. Selanjutnya, setelah semua peserta duduk di atas ban pelampung, dimulailah petualangan mengarungi arus sungai.

Awalnya yang dijumpai peserta adalah kelak-kelok air sungai yang berwarna biru kehijau-hijauan yang berpadu dengan warna coklat tanah, dedaunan yang meranggas serta tebing karst. Kemudian dari aliran arus sungai yang tenang berganti melewati jeram yang membuat ban melaju dengan lebih cepat dan berputar-putar. Pada beberapa titik yang memiliki lokasi cukup ekstrim, tidak jarang peserta terbawa arus ke tepi, sehingga harus berjalan kembali menuju aliran sungai.

Puncak petualangan yang menegangkan sekaligus mengasyikkan adalah pada saat perjalanan memasuki relung Gua Kalisuci serta Gua Gelatik. Di lokasi ini cahaya matahari lenyap seketika berganti dengan suasana remang-remang, bahkan gelap. Dengan bantuan headlamp, peserta dapat melihat keindahan stalaktit yang menggantung di atap gua dan terus meneteskan air, sesekali terlihat kelelawar yang beterbangan kesana-kemari. Tidak jarang pula kaki akan menyentuh ikan-ikan besar yang hidup di perairan bawah gua. Sehingga meski  perjalanan menyusuri arus sungai dan melewati relung-relung gua tersebut tidak tyerlalu lama, namun bakal menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

50. Cave Tubing Gua Pindul

Alamat: Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Tiket Rp.10.000, Paket Wisata Rp.35.000/orang
Operasional: 08.00 – 16.00 WIB
Telepon: 0813-9077-1931, 0819-0407-1919

Cave Tubing Gua Pindul (foto: goapindul.net)

Sama halnya dengan Cave Tubing Kalisuci, di sini para pengunjung yang membeli paket wisata cave tubing akan diajak menelusuri keindahan Gua Pindul melewati aliran sungai bawah tanah sepanjang 300 meter selama 45 – 60 menit. Dengan bantuan head lamp, pengunjung juga akan dapat menikmati keindahan ornamen cantik berbentuk kristal yang menghiasi dinding-dinding gua, stalaktit dan stalagmit, moonmik, juga sebuah pilar raksasa yang dibangun oleh pertemuan antara stalaktit dan stalagmit selama ribuan tahun.

Begitu sampai di tengah gua, pengunjung akan menjumpai sebuah tempat yang mirip dengan kolam berukuran besar. Di tempat inilah pengunjung akan diajak berhenti dan beristirahat sejenak, untuk memberi kesempatan bagi yang ingin mandi dan berenang di dinginnya air sungai bawah tanah, atau terjun dari ketinggian.

Ada yang salah? Punya kritik dan saran? Sampaikan di kolom komentar dibawah ini ya kakak

51. Taman Sungai Mudal

Alamat: Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.4.000
Operasional: 08.00 – 17.00 WIB
Telepon: 0857-4099-4999

Taman Sungai Mudal (foto: tamansungaimudal.blogspot.co.id)

Disebut Taman Sungai Mudal, karena tempat wisata ini dulunya memang sebuah sungai yang dikelola oleh masyarakat setempat sehingga menjadi sebuah tempat wisata yang justru memiliki daya tarik lebih dibanding pemandian buatan. Kata “Mudal” memiliki arti memancar terus-menerus dan tidak pernah berhenti, hal ini merujuk dari keberadaan sumber air yang berasal dari kedalaman gua yang ada di kawasan Girimulyo. Sumber air itulah yang sepanjang waktu mengaliri kawasan wisata ini yang sebagian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga lewat pipa-pipa yang disalurkan ke rumah-rumah.

Taman Sungai Mudal memiliki 2 buah kolam alami, satu untuk anak-anak dengan luas 7 x 11 meter2 berkedalaman 1 – 1,5 meter, dan satu lagi kolam untuk dewasa dengan ukuran 7 x 10 meter2 yang memiliki kedalaman 1,5 – 2 meter. Selain kedua kolam tersebut terdapat pula beberapa fasilitas yang lain, seperti: Kebun Binatang Mini, Taman Bunga, Taman Kupu-kupu, Rumah Pohon, Camping Area, Flying Fox, dan Gazebo untuk tempat beristirahat.

52. Kotabaru

Alamat: Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini

Kotabaru (foto: jejakkolonial.blogspot.co.id)

Jika Jakarta memiliki Kota Tua, maka Yogyakarta juga memiliki kawasan yang sama meski dengan nama yang bertolakbelakang yaitu Kotabaru. Kawasan Indische ini pada tahun 1920an berkembang dengan pesat melebihi kota-kota di sekitarnya akibat semakin meningkatnya industri gula dan perkebunan. Karena itulah Kotabaru menjadi kawasan hunian orang-orang Belanda dengan mendirikan bangunan-bangunan bergaya Eropa, baik digunakan sebagai tempat tinggal, perkantoran sampai dengan rumah ibadah.

Bangunan-bangunan bergaya Eropa Kuna itulah yang hingga kini masih tersisah dan terawat dengan baik sebagai salah satu cagar budaya. Beberapa diantara bangunan tersebut adalah Gereja San Antonius yang dibangun pada tahun 1926 yang memiliki menara tinggi serta 16 buah tiang dan plafon berbentuk sungkup khas gereja Eropa. Kemudian Gedung Bimo yang berkonsep art deco yang populer ditahun 1920-1930an, serta banyak lagi bangunan yang lain, termasuk Gedung Bank BTN yang dikenal sebagai Rumah Kentang yang konon sekali waktu menebarkan aroma kentang rebus.

Tidak hanya bangunan-bangunannya saja yang berciri khas kota lama, tapi juga penataan kotanya yang berhias pohon-pohon besar, tanaman buah dan bunga yang bercirikan garden city lengkap dengan boulevard serta ruas jalan yang lebar. Nuansa Eropa lama yang melekat pada Kotabaru tentu saja menarik untuk dinikmati sekaligus dijadikan latar belakang pengambilan foto.

53. Pantai Krakal

Alamat: Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.10.000
Operasional: 24 Jam
Telepon: 0813-2656-7422

Pantai Krakal (foto: pegipegi.com)

Garis pantai yang landai bertabur pasir putih, ditambah hiasan karang yang memenuhi sebagian besar bibir pantai berpadu serasi dengan birunya air laut dengan gelombangnya yang besar. Perpaduan harmonis itulah yang menyajikan pemandangan yang menyejukkan mata dan menjadi tempat yang nyaman untuk melepaskan penat.

Selain  keindahan alamnya, besarnya ombak di Pantai Krakal juga sangat bagus untuk digunakan berselancar. Surfer tinggal berjalan ke deretan batu karang yang berada di lepas pantai. Selanjutnya tinggal menunggu ombak bertipe reef break untuk ditaklukkan. Hanya saja karena di dasar laut banyak bertebaran batu-batu karang dibutuhkan sikap hati-hati dari para surfer.

54. Museum Kolong Tangga

Alamat: Lantai II Gedung Taman Budaya, JL. Sri Wedari No.1 Purwokinanti Pakualaman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.4.000
Operasional: Selasa – Minggu 09.00 – 16.00 WIB, Senin Tutup
Telepon: 0811-2633-977

Museum Kolong Tangga (foto: 2jogja.com)

Bernostalgia dengan masa lalu, gambaran itulah yang ditemukan orang-orang dewasa saat memasuki Mesum Kolong Tangga karena koleksi yang dimiliki museum ini berupa berbagai jenis mainan tempo doeloe sejumlah lebih dari 17.000 mainan serta objek-objek kontemporer yang berkaitan dengan dunia anak-anak. Hanya saja, karena tempatnya yang terbatas, tidak semua jenis mainan dipajang di etalase museum, sebagian harus disimpan di dalam gudang.

Dinamakan Meseum Kolong Tangga karena letak museum ini berada tepat di bawah tangga concert hall Taman Budaya Yogyakarta. Di tempat itulah terpajang berbagai jenis mainan kuna seperti dakon, bongkar pasang, gangsing, congklak, batu sabak, sempoa dan masih banyak lagi yang lain.

55. Kebun Binatang Gembira Loka

Alamat: JL. Kebun Raya No.2, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Senin – Jumat Rp.20.000, Sabtu – Minggu Rp.25.000
Operasional: 07.30 – 17.30 WIB
Telepon: (0274) 373861

Kebun Binatang Gembira Loka (foto: tripadvisor)

Menempati lahan seluas 20 hektar dan separuh diantaranya berupa hutan lindung, Kebun Binatang Gembira Loka memiliki koleksi binatang sebanyak 100 spesies dan koleksi flora sebanyak 61 spesies. Beberapa jenis binatang yang menjadi koleksi Gembira Loka diantaranya adalah: Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Singa, Kuda Nil, Onta, Orangutan, Simpanse, Siamang, Buaya Muara, beberapa jenis Kura-kura, dan masih banyak lagi satwea yang lain.

Selain koleksi satwa dan flora, berbagai fasilitas juga telah disiapkan bagi para pengunjung, diantaranya Laboratorium Gembira Loka (Museum), Reptile and Amphibian Park, Bird Park, Kolam Tangkap, Perahu Engkol, Sepeda Air, Kapal Katamaran “Dugong”, ATV dan Arena Sepeda, Free Wi-Fi Zone, Mushollah, Toilet, serta lahan parkir yang luas.