Wisata Waduk Kedung Ombo, Letaknya di Purwodadi, Boyolali Atau Sragen?

Diposting pada
foto by instagram.com/viersalatifa

Alamat: Jalan Solo – Purwodadi, Rambat, Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 57272
Map: KlikDisini
HTM: Rp.5.000 per Orang
Buka Tutup: 08.00 – 16.00 WIB
Telepon:

Coba anda berlibur ke Jawa Tengah, terutama Boyolali atau Purwodadi, jangan lupa akan satu obyek liburan air satu ini. Obyek ini tak kalah cantik dengan tempat liburan di Grobogan lainnya seperti Bledug Kuwu yang sudah terkenal di kalangan pelancong lokal atau pun turis asing.

Obyek liburan itu kecuali panoramanya sungguh menawan, juga mempunyai kegunaan yang lain sebagai irigasi dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Ya, tak salah lagi obyek liburan ini yakni Kedung Ombo.

Tempat ini yakni salah satu waduk besar yang ada di Indonesia. objek wisata ini terletak di perbatasan tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali tepatnya di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Bendungan utama ada di area perbatasan Desa Rambat dan Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.

Pesona Kedung Ombo, Sumber: tempatwisataindonesia.id

Lokasi ini menerapkan Kali Serang sebagai sumber air utamanya sesaat pertemuan dengan Sungai Kombo – Sungai Uter – Sungai Banjaran. Sumber air lainnya dipasok dari sebagian anak sungai besar ataupun kecil lainnnya yang menyuplai air ke area Kedung Ombo antara lain Sungai Tengah, Sungai Braholo, Sungai Tapen, Sungai Nglanji, dan Sungai Sambas.

Obyek liburan ini memang benar – benarmenawan dan pantas dirasakan anda bersama sama sahabat sepermainan, keluarga, atau rekan kerja. Suasananya menawan akan betul – betul membikin anda hening dan menyegarkan kembali pikiran anda.

Lihat saja gambar wilayah tersebut dapat anda cari di dunia maya. Semuanya tampak demikian itu hening dan tentram membikin anda dapat merasakan wisata yang sebenarnya.

gambar by instagram.com/ixa_agustina

Lokasi Waduk

Sekiranya anda belum tahu dan masih bertanya – tanya ada dimana letak Kedung Ombo Purwodadi, sesungguhnya dalam mencarinya tak terlalu susah. Lokasi benar – benar luas ini berada di 3 kabupaten. Ke – 3 kabupaten hal yang demikian merupakan Sragen, Purwodadi, dan Boyolali.

Oleh sebab itu, kadang – kadang orang menceritakan ke – 3 kabupaten hal yang demikian sebagai area ini. Ke – 3 nya benar sebab tempat ini memang letaknya berbatasan dengan kabupaten – kabupaten hal demikian.

photo by instagram.com/reyhimura

Apabila diperhatikan dari peta Waduk tersebut, spot ini masih berada di dalam satu provinsi, yakni Jawa Tengah. Sumber air dari tempat ini sendiri berasal dari sebagian sungai diantaranya yakni Sungai Nglanji, Sungai Tengah, Sungai Braholo, dan masih ada sebagian sungai yang menghasilkan waduk ini sebagai tujuan kesudahannya. Oleh sebab itu, tidak salah lagi bahwa lokasi ini menjadi salah satu terbesar di Jawa Tengah.

Rute Menuju Lokasi

Mau menuju tempat ini, ada sebagian opsi alternatif. Area terbaik untuk merasakan tempat ini ialah di Desa Rambat yang berada di Kecamatan Geyer. Kecamatan Geyer sendiri masih berada di area administratif Kabupaten Boyolali. Jika mau menuju kesana, kalau anda dari Solo, dapat mengambil rute melewati Kalioso, menuju Gemolong.

Peta lokasi waduk, Sumber: google.maps.com

Apabila Anda dari arah Boyolali, lantas ambil saja arah menuju Kalioso Gemolong. Jika anda dari Yogyakarta, pantasnya anda ambil rute ke Solo terutama dulu kemudian ke arah Kalioso Gemolong. Saat anda telah hingga di Gemolong, lantas saja mengambil arah ke Sumberlawang. Sesudah itu andaakan tiba di Kecamatan Geyer dan kemudian tiba di Waduk Kedung Ombo.

Sejarah Singkat

Kalau memperhatikan kembali sejarah Kedung Ombo Purwodadi Jateng ini, sesungguhnya pada mulanya lokasi ini diproyeksikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air dan penampungan air untuk irigasi keperluan sawah sawah yang berada disekitarnya.

image by instagram.com/budicustom

Waduk ini sendiri mulai dibangun pada tahun 1985, akan tapi baru selesai dibangun pada tahun1989, dan disahkan oleh Presiden Soeharto pada 18 Mei 1991 sesudah pembangunan benar benar selesai. Kontraktor membangun objek ini sendiri bukan dari dalam negeri, tapi berasal dari asing. Tarif pembangunan bahkan berasal dari pihak asing, dan sedikit dari APBN Indonesia pada waktu itu.

Dibalik menawannya , terdapat ironi di dalamnya, lebih – lebih selama masa pembangunan. Menciptakan waduk buatan ini, terpaksa seharusnya mengorbankan sekitar 5.000 keluarga, sehingga mereka kehilangan tanah dan rumahnya dampak pembangunan lokasi ini. Sempurna 37 desa di tiga kabupaten hal yang demikian seharusnya karam demi terwujudnya area seluas 6.576 hektar ini.

Oleh sebab itu, diketahui pula Kasus ini sebagai misteri Waduk Kedung Ombo Purwodadi Jawa Tengah imbas protes warga kepada pemerintah menggusur dan memindahkan warga demi terwujudnya tempat bersejarah ini.

Sunset di Waduk Kedung Ombo, sumber: pinterest.com

Kasus tragedi Waduk Kedung Ombo (WKO) mulanya berawal dari agenda pemerintah orde baru untuk mendirikan bendungan raksasa seluas 6.576 hektar yang zonanya|wilayahnya meliputi komponen kawasan di tiga Kabupaten, yakni, Boyolali, Sragen, dan Grobogan.

WKO sedianya dibuat menahan 5 aliran sungai, di rancang mempunyai luas 6.576 hektar, terdiri dari kawasan perairan yang telah ada seluas 2.830 hektar dan sisanya 3.746 hektar akan di bisa melewati “pembebasan” lahan pertanian masyarakat.

Program pembangunan WKO sebetulnya adalah komponen dari program pemerintahan orde baru dibawah Soeharto untuk “me-modernisasi” pembangunan perekonomian Indonesia di sector pertanian lewat|via|melewati pembangunan infrastruktur irigasi yang sesungguhnya|sebetulnya|hakekatnya juga tak diperlukan oleh masyarakat mengingat perairan telah ada sebelumnya dirasa sudah mencukupi keperluan irigasi petani.

Sehingga megaproyek perluasan dan pembangunan bendungan tersebut dirasa cuma menjadi lahan berair korupsi dan bagi-bagi proyek kroni – kroni Soeharto. Pendanaan mega proyek ini diambil dari hutang luar negeri senilai USD 156 juta dari World Bank, USD 25,2 juta dari Bank Exim Jepang, dan APBN, di awali pada tahun 1985 hingga dengan tahun 1989.

Pembangunan waduk ini diwarnai dengan konfrontasi demikian seperti itu sengit dari penduduk setempat tanahnya tergusur proyek pembangunan bendungan, mereka bersikukuh tetap konsisten mempertahankan rumah dan tanah mereka. Sampai beralasan berharap mempertahankan tanah leluhur ada juga merasa bahwa ganti rugi yang diberi pemerintah benar – benar tak sesuai.

Pada dasarnya mekanisme ganti rugi sudah di desain oleh World Bank senilai Rp.10.000/meter, akan tapi Menteri dalam negri Soeparjo Rustam mengungkapkan ganti rugi Rp 3.000/meter, meskipun terjadi dilapangan ialah pemaksaan terhadap warga mendapatkan ganti rugi Rp 250/meter. Disisi lain warga nekat bertahan mengalami terror di sponsori Negara berupa intimidasi dan kekerasan secara fisik.

Fisik hasilnya pemerintah membuka bendungan sebagian sungai supaya rumah dan tanah warga karam dan tersapu air sehingga mereka berharap dipindahkan sebagai transmigran ke Sumatra. Gaya represif Negara dan mekanisme ganti rugi yang penuh muslihat ini benar-benar sebuah pelecehan kepada kemanusiaan dan keluar dari akal sehat.

Mancing di Waduk Kedung Ombo, sumber: beritamancing.net

Dalam kasus ini secara faktual Negara sudah menjalankan teror yang kongkret lewat represife state apparatus (sumber kekerasan fisik Negara: tentara, polisi, dan aparat lainya) pada warga sipil tidak bersenjata.

Berikut daftar teror yang terjadi di kawasan tersebut pada masa perselisihan berdasarkan keterangan penduduk desa-desa di sekitar kedung ombo mengakibatkan banyak kerugian secara fisik dan tanpa fisik serta kerugian secara moril dan materiil.

Teror Secara Fisik

  1. Penganiayaan pada warga memaksa menyetujui ganti rugi diberi.
  2. Kurungan baik di Lembaga Penahanan (LP) pemaksaan penerimaan ganti rugi.

Teror Moril

  1. Memakai ancaman dan intimindasi untuk menerima persetujuan ganti rugi.
  2. Pemaksaan untuk penerimaan ganti rugi sudah diatur.
  3. Pemberian cap Partai Komunis Indonesia (PKI) pada para korban jika menolak ganti rugi.
  4. Diberikan ancaman kurungan dan denda untuk para korban menolak ganti rugi.
  5. Pemblokiran areal proyek dan pengisolasian tempat proyek bagi masyarakat menjadi korban atau relawan hendak memberi bantuan.
  6. Diberikan ancaman penghilangan hak atas tanah yang sudah dimiliki tanpa ganti rugi.
  7. Pemaksaan meninggalkan rumah dengan menaikan elevasi dan debit air.

Kerugian Bersifat Material (Harta Benda)

  1. Ganti rugi tanah yang terkena proyek dengan Harga Rp 250/meter tak layak dengan dana pembebasan tanah dari World Bank Rp 10.000/meter.
  2. Pengahancuran sawah sedang ditanami tanaman produksi oleh warga.
  3. Hilangnya petilasan Nyi Ageng Serang (tempat situs sejarah pengorbanan Nyi Ageng Serang).

Dalam sebuah kata-kata bijaksana jawa bahwa sugih ngluruk tanpo bolo, tanpo bondo, lan menang tanpo ngasorake (berani bukan sebab mempunyai pasukan, kaya bukan sebab harta, dan menang tanpa menindas yang lemah).

Musti menjadi praktek holistik dan persepsi dalam memperhatikan dunia supaya momen anti – kemanusiaan seperti tragedi WKO tahun 1985, momen anti – Tionghoa tahun 1918 di karanggede, hingga dengan momen pembantaian Partai Komunis Indonesia (PKI) tanpa cara progres peradilan tahun 1966 di gunung botak dan kota boyolali tak terulang lagi.

Kasus WKO haruslah menjadi bahan renungan bersama supaya kasus WKO di tahun 1985 benar – benar menjadi yang terakhir dari sekian momen anti – kemanusiaan pernah terjadi di boyolali. manusia mempunyai memiliki hak diadili dalam situasi nyawa menempel diraganya, sebab sebenarnya tak pernah ada manusia lebih manusiawi dari manusia lainya.

Sejarah Mistis

Tak berhenti sampai itu saja, cerita kita dengar berbagai macam dari sejarah mungkin akan semakin menjadi – jadi, ketika akses untuk ber-internet semakin mudah didapat, dicari dan cepat. Bermacam – macam rumor akhirnya jadi topik obrolan masyarakat,mulai dari:

  1. Terdapat rumor mengenai penunggu waduk

Rumor seperti itu sudah pasti sangat biasa jikalau dijadikan bahan obrolan. Tidak hanya di lokasi ini saja, di lokasi – lokasi lain mempunyai sejarah sama ataupun tempat terbengkalai atau tidak terpakai pun kadang – kadang menimbulkan rumor seperti itu. Tetapi semuanya itu kembali ke kita apakah untuk tidak percaya atau percaya ataupun menghormati pendapat orang lain.

  1. Korban meninggal disebabkan “kerasukan”

Banyak menceritakan kalau dalam pembuatan bendungan ini banyak sekali memakan korban, terutama mereka ingin mencoba untuk memaksa menyapu tanah tersebut sampai bersih, merupakan tempat angker sehingga memancing para penghuninya untuk membalas sebab merasa tak dihormati.

Hal seperti itu memang ada dan pasti akan terjadi di area sekitar kita, tetapi untuk kenyataannya hanya sejarah yang tahu cerita semuanya.

  1. Penyebab waduk jebol dengan sebab tak jelas

Beberapa tahun lalu pernah terdengar adanya cerita kalau bendungan tersebut sempat jebol tanpa ada alasan yang jelas. Tetapi informasi tersebut setelah ditelusuri kalau cerita itu semua tak benar dan hanya untuk menyesatkan saja. Sehingga sebelum kita mendengar atau membaca lebih baik untuk lebih jeli dalam menalaah untuk setiap hal baru kita baca atau dengar.

Bendungan Kedung Ombo, sumber: budikazmat.blogspot.com
  1. Misteri “dunia lain” yang terdapat di waduk

Kalau kita berwisata ke spot ini, luangkanlah waktu untuk berdoa agar melancarkan urusan dan meminta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Menurut cerita masyarakat sekitarnya, kalau kita pergi dalam kondisi tak baik bisa terjadi celaka dan sangat berbahaya jikalau sukma kita masuk kesana, dan menurut masyarakat sekitar akibatnya bisa menjadi gila.

  1. Cerita asal mula Waduk Kedung Ombo

Rumor terakhir adalah penduduk sekitar mengatakan kalau area itu dibangun di atas kerajaan jin, dipercaya menjadi kalau terdapat hal – hal aneh pada saat pembangunan atau selama adanya orang yang hendak datang berkunjung.

Harga Tiket Masuk

Untuk merasakan indahnya suasana Kedung Ombo, Kamu tak perlu takut akan menghabiskan uang, sebab biaya dikeluarkan cukup murah. Cukup dengan membayar sebesar 5.000 rupiah per-orang, Kamu dan keluarga sudah dapat merasakan indahnya Kedung Ombo dan menikmati semua fasilitas yang ada.

Fasilitas

Untuk fasilitas di tempat wisata sendiri, ada warung, toilet umum, dan tempat duduk dapat Kamu pakai untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam diberikan salah satu terbesar di Pulau Jawa ini. Lain dari itu, masih ada juga fasilitas lainnya yakni gardu pkalianng.

Gardu pkalianng tersebut memang disiapkan agar anda bisa menikmati indahnya Kedung Ombo dengan sempurna, utamanya untuk merasakan matahari terbenam terlihat seakan akan tenggelam di tengah lokasi indah ini.

Banyak kegiatan yang bisa Kamu kerjakan bersama teman dan keluarga untuk menghabiskan waktu berwisata di Kedung Ombo. Disebabkan luasnya area satu itu, Kamu dapat merasakan keindahan pemkalianngan dari tengah – tengah. Untuk bisa sampai ke area tersebut, Kamu dapat sewa perahu disiapkan oleh warga lokal.

Tapi Kamu perlu berhati – hati, khususnya untuk yang tak dapat berenang, jangan sekali – kali Kamu coba untuk loncat dari perahu. Sebab sebetulnya area ini cukup dalam, dan sudah banyak korban tenggelam di tempat tersebut sebab kurang berhati – hati. Oleh sebab itu, lebih baik Kamu menikmati keindahan ini dari tepi waduk saja.

Penunjuk arah, sumber: lihat.co.id

Di bagian tepi waduk, Kamu dapat melakukan berbagai banyak aktivitas seperti memancing, bakar bakar ikan, atau hanya untuk merasakan keindahan spot tersebut sebagai pelepas penat anda.

Lokasi ini pas sekali bagi Kamu untuk piknik dan bersantai, lebih lagi dengan udaranya cukup sejuk dan angin bertiup sepoi sepoi. Untuk anda mau sekedar jogging juga bisa, sebab di tepi lokasi ini, ada padang rerumputan dapat sekali dijadikan arena untuk Kamu yang mau bermain main.

Tak hanya itu, untuk anda yang hobi memancing, area ini bisa menjadi referensi tempat untuk memancing. Kawasan tersebut didalamnya ada banyak sekali macam – macam jenis ikan. Lain dari itu, air di Kedung Ombo tersebut juga relatif tidak bergelombang. Oleh sebab itu, wilayah tersebut pas sekali untuk Kamu yang mau pergi memancing, untuk melakukan hobi Kamu sambil mengisi waktu libur kalian.

Pemkalianngan di kawasan ini sangatlah indah. Kamu bisa melihat foto – foto Kedung Ombo Grobogan diambil oleh para pengunjung yang datang untuk berlibur, Kamu pasti akan takjub dengan pemkalianngan indah. Foto – foto disekitar waduk tersebut pasti bisa membuat Kamu mau datang langsung untuk merasakan suasananya.

Kalau Kamu betul – betul penasaran tentang Kedung Ombo, tak ada salahnya jika Kamu tiba langsung disana. Tetapi, dipastikan agar tetap jaga keamanan saat Kamu menjalankan liburan di waduk terbesar di Jawa Tengah ini. Tidak diperbolehkan bermain – main dengan dalamnya air disana.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

4 thoughts on “Wisata Waduk Kedung Ombo, Letaknya di Purwodadi, Boyolali Atau Sragen?

  1. Koreksi untuk gambar yang ketiga, maaf itu benar gambar diambil diwilayah KDO? Dibagian mananya ya? Belasan tahun saya tinggal diarea sini kok belum pernah lihat?
    Koreksi untuk gambar kedua, gambar love “KEDUNG CINTA” memang lokasi itu masih sejejer/bersebelahan, namun sudah bukan KDO lagi, tp itu didalam wisata “WANA WISATA KEDUNG OMBO”, kenapa sudah berbeda, ya karena kepemilikannya juga berbeda, WANA WISATA dipegang/dikelola oleh perusahaan BUMN yaitu PERHUTANI.
    Koreksi untuk tulisan yang meninggal sebelumnya kerasukan, maaf sepertinya kurang tepat.
    Setau saya memang banyak kasus pengungjung kerasukan, terutama anak” SMA yang sedang melakukan kegiatan berkemah, kebanyakan perempuan dan kebanyakan yang terserang hal tersebut adalah memang yang anaknya kurang menjaga sopan santun, melakukan perbuatan yang tidak baik spt bicara kotor, tidak menjaga kebersihan,dll akan tetapi tidak berujung pada kematian / njegur waduk.
    Kalau yang kasus tenggelam itu selama ini ya ada yang karna kelelahan, ada yang karna terpeleset saat memancing, sengaja bunuh diri, sengaja mandi diwaduk, melakukan kegiatan outbound diwaduk tanpa didampingi petugas kami.
    Seingat saya selama saya tinggal disini sih begitu, karena memang ayah saya pengelola pula dan ada tempat tinggal dilokasi wisata dan banyak mengalami kejadian mistis disini. Tapi tidak tau juga kalau kejadian sebelum saya lahir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.